Belajar Parenting › Forums › Pertanyaan Mindful Parenting
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
May 19, 2022 at 7:18 pm #6280
Risris Farida
MemberSelamat malam mas aar dan mbak lala… Bisa sedikit dijelaskan ttg menilai dan menghakimi, terimakasih
May 19, 2022 at 7:23 pm #6279Mira Julia
KeymasterKita jalan secara bertahap ya kak @risris-farida – saat ini dimulai dari mengisi kuesioner. Besok mulai latihan nafas sadar dan akan terus bersambung selanjutnya.
Tapi sedikit penjelasan tentang menilai & menghakimi ada di webinar pembukaan. Silakan simak rekamannya kembali.May 20, 2022 at 8:53 am #6278Debby Citra Dewi
Memberπ€©
May 20, 2022 at 6:16 pm #6275Annisya Handayani
MemberSelamat malam mas Aar dan mbak Lala. Saya sudah mengisi kuesioner. Namun saat mengisi hasilnya di slide, saya terkecoh. Di slide kedua, saya salah memasukan nilai karena terkecoh dgn warna. Baru hari pertama, tapi saya sudah tidak fokus. Is that ok?
May 20, 2022 at 6:52 pm #6273Aar
KeymasterHehehe.. no problem kak @annisya.handayani
Take it easy, kak.
Yang penting ketika melakukan hal yang dirasa kurang tepat atau bersalah adalah menyadarinya. Setelah menyadarinya, jangan kelamaan melekat atau diingat-ingat. Segera bergeser fokus ke aksi yang bisa dilakukan.
Jadi…. maju terus ya kak. π₯β
May 20, 2022 at 7:42 pm #6272Dinah
Memberhari ini cobain latihan nafas sadar.. rasanya enak bangetπ mu tanya kak, kenapa durasi mengeluarkan nafas hrs lebih panjang dari tarikan nafas? Tujuannya apa? Makasih
May 20, 2022 at 7:48 pm #6271Rizka
MemberTerimakasih kak Lala dan mas Aar
Hari ini latihannya luar biasa
Tapi nambah nafas sadarnya lumayan banyak
Ketika anak2 tingkahnya semakin unik
Selain itu berhasil juga nerapin ngitung 3 detik sebelum bereaksi
π turus nafas sadar daku bawa2 dan anak2 bertanya bunda ngitung apa? Jadi topik pembicaraan hangat dengan anak2 sore tadi
May 21, 2022 at 9:12 am #6270Annisya Handayani
MemberNah ini, saya ingat ingat terus. Lalu mulai ada perasaan tidak enak. Hehehe
Baik saya coba move on.
Terima kasih.
May 21, 2022 at 6:35 pm #6269Aar
KeymasterKak @sumayyah
Teorinya begini kak.
Berbeda dengan pandangan umum bahwa kita butuh oksigen sebanyak-banyaknya saat bernafas, tubuh kita juga membutuhkan CO2 untuk membantu agar pelepasan O2 dari haemoglobin ke jaringan tubuh kita.
Memperpanjang proses exhale adalah sebuah cara untuk meningkatkan CO2 di darah dan membantu agar O2 terurai lebih baik ke dalam tubuh kita.
Tentang teknik bernafas yang baik, ada 1 referensi yang mudah-mudahan bermanfaat:
May 21, 2022 at 6:37 pm #6268Aar
KeymasterTerima kasih kak @Cika atas testimoninya.
Nafas sadar ini kelihatannya sederhana, tapi memang betul-betul powerful.
Dengan melakukan Nafas Sadar secara konsisten, kita bukan hanya akan meningkatkan level kestabilan emosi kita. Kita juga akan banyak mendapatkan perbaikan kualitas stamina dan energi kita.
Selamat berlatih kak! π€©
May 22, 2022 at 9:07 am #6267Dinah
MemberOk, siap.. makasih mas aarππ
May 24, 2022 at 8:53 am #6266Maria
MemberKalo dipikirkan untuk menunda gawai kenapa malah terasa lama ya waktu berjalan. Tp kl diikutin aja kegiatan2 yg bisa dilakukan utk menunda gawai, malah terasa enteng, tau2 udah jam segini aja ππ
May 24, 2022 at 11:18 am #6264Dinah
MemberMas aar dan mba lala.. gmn caranya agar ketika anak makan tidak liat hp? Anak sy 4 tahun, klo makan seringnya harus sambil liat hp.. makasi
May 24, 2022 at 5:33 pm #6263Mira Julia
KeymasterHehe iya kak maria-adiarini
Itu mengapa penting membuat ceklist “rencana” yang akan dilakukan sebelum membuka gawai di pagi hari. Supaya kita bisa lebih fokus & tiba-tiba banyak hal sudah selesai padahal masih pagi. Perasaan “menang” di pagi hari ini bisa jadi mood-booster yang membuat kita bersemangat menjalani hari.
May 24, 2022 at 6:31 pm #6262Aar
KeymasterKak @sumayyah
Makan sambil nonton HP adalah benih2 tidak mindful. Itu adalah bagian dari distraksi yang sebaiknya tidak diperturutkan.
Jika anak usia 4 tahun hanya mau makan tanpa HP, kemungkinan kebiasaan memakai HP saat makan itu sudah terjadi lama. Kebiasaan makan sambil main HP biasanya paduannya adalah anak makan dengan disuapi. Anak hanya buka mulut dan makanan masuk tanpa dinikmati dan dirasakan.
Ini bukan proses yang mudah.
Kalau menurut kami, prosesnya yang dibutuhkan adalah mencabut HP dari anak.
Konsekuensinya biasanya anak akan meronta dan mengancam tidak mau makan.
Di sinilah ujian untuk kekuatan hati orangtua untuk berproses.
Apakah orangtua mau menemani anak mengobrol saat makan?
Jika anak tak mau makan, apakah orangtua bisa bersikap tegas?
Jika kak Dinah ingin melakukan dengan lebih mulus, prosesnya perlu dilakukan bertahap yang intinya mengurangi ketergantungan anak pada HP saat makan.
Prosesnya dimulai dengan negosiasi dan penjelasan baru, misalnya:
- Prosesnya dibalik. HP boleh dipakai setelah makan. Jadi, harus makan sampai habis dulu, baru boleh pakai HP 30 menit.
- Ada waktu2 tertentu yang makan tanpa HP. “Ini makan spesial kesukaan kakak. Kakak boleh makan, tapi tidak pakai HP.”
- Sekarang kita kurangi HP yaa.. hanya boleh saat makan siang/pagi/malam. Di waktu lain tidak boleh. Saat tidak boleh, jelaskan mengapa tidak boleh makan sambil main HP. Contoh penjelasannya: “Makanan itu perlu dinikmati dengan rasa syukur karena Allah sudah kasih kita makanan. Jadi, adik perlu belajar manikmati makanan, mengunyah dengan benar, sambil kita mengobrol.”
Demikian kak, semoga membantu.
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.