Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
dhona sarawati
Memberwahh…makasih bgt mas Aar penjelasannya. Mungkin memang ekspektasi saya terlalu tinggi ya padahal dg aspek2 yg tadi disebutkan anak juga sedang berproses..kalau menengok lg ke belakang mungkin saja anak sy introvert seperti saya waktu kecil.
trimakasih. sangat membantu 🙏
dhona sarawati
MemberHalo mas Aar dan mbak Lala, saya ada beberapa pertanyaan lg terkait dg sosialisasi HSUD
1. Bagaimana jika anak tidak tertarik untuk main dg teman sebaya karena dia punya hobi?
Anak saya 4th dan sejak 2th seperti sudah terlihat ketertarikan dg menggambar dan sampai skrg masih berlanjut. Setiap hari dia hanya menggambar dan kalaupun bosan dia ganti dengan main permainan lego, puzzle atau sekedar mengamati ikan di kolam. intinya permainan dan kegiatan yg hanya melibatkan diri sendiri. Kalau sedang sibuk dengan dunianya seperti tidak butuh teman. Ada kerumunan anak bermain di depan rumahpun dia tidak tertarik untuk bergabung. Pernah suatu hari saya tawari mau main tidak dg si A (anak tetangga) mungkin masih malu saya inisiatif antarkan dulu, tp dia jawab tidak.
Pernah jg dapat ulang undangan ulang tahun anak tetangga. Ekspektasi saya dia akan antusias ketemu banyak teman. Ternyata cm duduk, diam, mengamati, selesai acara pulang. Dia tidak tertarik untuk berbaur dg yg lain, nyanyi bersama atau makan bersama. Baiklah saya tidak memaksa. Tp ada sedikit kegundahan, apa tidak apa2 seperti ini? bgmn kalo anak sy jadi ansos nantinya? harus saya stimulasi apa? dst dst …..
2. Bagaimana jika anak hanya mau berkomunikasi dg keluarga dekat saja?
Untuk komunikasi anak saya ini dalam keluarga termasuk yg bisa dibilang banyak bicaranya, segala apapun ditanyakan sampai saya kadang kuwalahan tidak bisa menjawab pertanyaannya.
Tp kalau dg orang asing/ anak sebaya lain seperti tidak tertarik untuk main/bicara.
Lalu ada tidak komunikasi dg orang lain? Tentunya ada, main dg sepupu.nya yg masih seumuran (ini.pun jg jarang karena setiap hari dia menggambar). Lalu dengan om, tante, kakek nenek bisa asyik bercanda atau tertawa. Intinya dia hanya mau mengeluarkan diri seutuhnya hanya dengan yg dia kenal..
komunikasi dg orang lain/asing hanya ketika bertransaksi jajan diwarung.
Jadi bisa dibilang anak saya ini tidak punya teman sebaya selain sepupu2nya itu tadi. Bagaimana menurut mas Aar/mbak Lala?
Terimakasih 😊
dhona sarawati
Memberohh begitu, berarti memang dari pihak PKBM juga memikirkan kemungkinan anak usia dini yg nantinya mau masuk ke sekolah formal ya kak ..
trimakasih atas jawabannya 🙏
dhona sarawati
MemberHalo mas Aar dan mbak Lala, salam kenal. Sebelumnya sy mau mengucapkan trimakasih, bisa dibilang saya ini sedang “mencoba” menjalankan praktek homeschooling untuk anak sy yg berusia 4th dg mengikuti kelas satuan ini. Padahal saya baru belajar sedikit tapi manfaat yg saya dapatkan begitu besar..
Tentunya untuk memutuskan HS ini krn ada beberapa faktor ya mas/mbak…
yang ingin saya tanyakan adalah apakah tidak apa2 jika anak HS usia dini tidak mendaftar di pkbm? karena memang ada pkbm yang memfasilitasi untuk anak usia dini (berisi kegiatan online dan offline).. tp saya mau fokus ke dulu HS mandiri krn anak saya ada bbrapa issue seperti (belum lulus toilet training, jadwal tidur yang baru saja bisa teratur biasanya kacau, masih sering tantrum, takut dg orang baru dll)…
mohon pencerahannya mas Aar dan mbak Lala ..
trimakasih…
-
AuthorPosts