Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Dina Oktaviana
Membersalah satu inputan yang kami lakukan adalah
“tempat mengaji bukan tempat untuk lari-lari, maka dari itu, bila ingin lari harusnya saat di lapangan atau saat ikut taekwondo, misalnya”
“kemudian masalah antri, kami menanamkan pada anak2 kami, agar selalu antri. ditempat mengajinya selalu berdesakan berebut pulang duluan. dan ini mungkin kurang nyaman juga dan ditentang oleh anak kami”
” kemudian lempar batu, kerikil dan hal-hal yang berbahaya. kami memang sampaikan hal itu tidak boleh, jika ada yang terkena maka bisa sakit”
apakah inputan tersebut tergolong kaku?
Dina Oktaviana
Memberselamat pagi kak lala, kak aar.
saya ada pertanyaan,
anak saya, dulu saat masih TK, temannya banyak sekali, hanya saja, dia seperti belum bisa membedakan mana aktivitas baik dan buruk. sekedar ikut, temannya ngapain, dia ngapain juga.
setelah SD ini kami memutuskan untuk homeschooling.
kami tetap ngaji di TPQ saat sore hari, TPQ ini teman beragam. dan karena kami sering input di rumah tentang hal baik dan buruk. anak saya saat di TPQ jadi males, karena menyaksikan, kebanyakan teman2nya berkelakuan tidak baik menurut standar anak saya. dia sedih, dan ga semangat sekolah, karena menurutnya, dia jadi gak bisa “make a friend” kalau kata dia.
gimana ya menjelaskan ke anak tentang ini?
Dina Oktaviana
MemberIde kegiatan : merapikan batu aquarium
– menghitung batu untuk adek
– mensortir warna batu
– membuat pola bilangan untuk kakak
– membuat desain sederhana
Dina Oktaviana
Memberhai kak Aar, sekalian menanggapi pertanyaan sejenis.
apakah semua PKBM mengeluarkan ijazah yang sama yakni ijazah kejar paket? itu artinya apakah Sekolah murid merdeka juga demikian?terimakasih
Dina Oktaviana
Memberhalo mas aar mba lala, saya sedang mencoba mengisi cek list ini untuk anak saya usia 2,5 tahun.
saya sebenernya lebih ke curhat aja ini, dan kurang percaya diri. anak saya belum bisa makan mandiri sehingga poin sosial emosional D bagian 4. tidak bisa tercentang.
namun di poin kognitif e, ada di sebutkan makan sendiri dengan bantuan.
perihal makan ini, memang konsen ke anak kami. meski yang kecil ini terbilang ‘mudah’ namun kami cukup “struggling” di anak pertama. sehingga, anak kedua kami jadi terbawa. misal, saat saya mau meminta adeknya makan sendiri, sementara kakaknya harus di suapin karena kondisi medis, nah, si adek jadinya minta juga disuapin.
kira-kira metode apa ya yang bisa saya terapin, saya suka nih istilah selapis demi selapis. sy juga berharap sekali anak saya yang pertama bisa lahap makan apa saja dan mandiri hehe.
terimakasih ya mas dan mbak, tuhan memberkati.
Dina Oktaviana
Membersalam kak lala, ini untuk jurnalnya, kira-kira cocok untuk usia berapa tahun ya? dan misal nih anak saya usia 6 tahun, dia masih bingung misal ditanya lagu favorit. apakah itu hal yang lumrah? random aja soalnya nyanyinya hehehe
-
AuthorPosts