Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Meri Azmi
MemberSalam mas aar dan mbak lala.
Apakah melakukan napas sadar ini sama dgn meditasi? Ketika ada pikiran² yg datang saat melakukan napas sadar perlu diepis atau dibiarkan saja?
Meri Azmi
MemberHalo mas Aar, terima kasih untuk video ini, sangat membuka mata saya.
Mas Aar, bagaimana ya agar konsistensi ini terjaga. Masalah selama ini adalah di kekonsistenan dalam melakukan suatu kebiasaan. Kadang hanya 2 minggu bersemangat, diminggu berikutnya mulai malas-malasan. Disini saya berusaha tetap tegar untuk melatihkan kebiasaan ini dan terus melatihkannya pada anak walau anak malas dan kadang sampai ngambek nggak mau melakukannya.
Kadang kebiasaan baik ini sudah ajeg pada anak, tetapi ketika dilatihkan kebiasaan baru eh kebiasaan lama dilupakan. Atau ketika ada perubahan ritme di rumah misalnya ada tamu yang datang menginap, atau anggota keluarga lain yg sakit atau kadang ‘bisikan’ dari pihak keluarga lain (nenek, om atau tante), kebiasaan ini jadi ambyar.
Contoh sebulan ini kami coba menyepakati untuk melakukan chores yang dilakukan pada pagi hari seusai bangun dan sholat subuh. Setiap anggota keluarga dirumah diberikan tugas masing-masing. Kesepakatan ini dirapatkan bersama dan anak-anak sendiri yg juga memilih ingin melakukan pekerjaan apa setiap hari dan di roling setiap harinya agar semua anggota keluarga mendapat bagian pekerjaan yg sama. Dua minggu berjalan, tiba-tiba kami kedatangan tamu yg menginap dirumah(hingga sekarang), kedatangan tamu ini ternyata sangat berpengaruh pada anak-anak krn tamu ikut membantu pekerjaan yg sudah kami sepakati di awal.
Gimana menyikapi ini ya mas aar, agar anak konsisten dengan apa yg sudah ditugaskan dan disepakati? Dan ketika ada ritme yang berubah bagaimana agar kebiasaan ini tetap dilakukan anak-anak. Terima kasih mas aar.
Meri Azmi
MemberTerima kasih banyak mas aar, sangat mencerahkan 🙏
Meri Azmi
MemberTerima kasih Mas Aar, sangat bermanfaat sekali. Mas Aar bolehkan kita memberikan sistem reward pada anak jika anak bisa mengerjakan kegiatan minimum dalam sehari? Boleh jugakah kita menyepakati konsekuensi diawal jika kegiatan minimum ini tidak tercapai? Adakah sistem reward dan konsekuensi ini di kelarga mas aar dan mbak lala?
Meri Azmi
MemberAlhamdulilah terima kasih mas Aar atas tanggapannya, sangat mencerahkan saya.
Saya akan refleksikan lebih dalam lagi soal pelaksanaan HS selama setahun ini. Kembali ke tujuan dan metode yang cocok buat kami sekeluarga. Sekarang kembali ke sekolah bukan pilihan juga bagi kami. Sekali lagi terima kasih, saya akan dengar dulu podcast, video dan materi berikutnya.
Meri Azmi
MemberHalo mbak lala dan mas aar.
Kami sudah setahun menjalankan HS dgn usia anak 8 tahun. Kelas 1 pernah di sekolah formal, dan waktu naik kelas 2 kami memutuskan untuk HS. Selama setahun ini kami menggunakan metode charlotte mason dalam pembelajaran dan saya adalah ibu bekerja, dengan kondisi juga LDM dari suami.
Selama setahun ini saya liat anak saya kurang enjoy dalam menjalani kegiatan akademisnya, padahal paling lama hanya 2 jam sehari yaitu di pagi hari 08.00 – 10.00. Kadang anak saya mau belajar, kadang nggak, Kadang hingga berurai air mata dalam belajar sehingga proses belajarnya saya hentikan sementara.
Kami juga sudah melakukan evaluasi. Di tahun kedua ini saya coba sajikan materi dari buku-buku yg menarik buat dia, tapi hanya bertahan seminggu dan kemudian mulai lagi anak saya terlihat bosan. Saya sudah menanyakan pada anak kenapa dia seperti ini, jawabannya anak saya tidak suka bernarasi dan tidak suka beberapa buku yang dipilihkan.
Terus terang saya kadang hampir menyerah dengan HS ini. Tapi melihat lagi tujuan dari HS ini saya kembali bersemangat untuk berjuang.
Apa yang bisa saya lakukan ya mbak lala, mas aar, saya bingung harus bersikap bagaimana dalam hal ini. Karena juga keterbatasan saya sebagai ibu bekerja diluar rumah, kadang saya tidak mampu untuk berpikir kreatif dalam membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan. Terima kasih sebelumnya mas aar, mbak lala. -
AuthorPosts