Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
heni soraya
MemberKedua anak laki2 saya ini usia 8 dan 10 th memang sangat akrab, saling sayang tapi sekaligus seneng berantem juga
Catatan poin 2 yg Mas Aar sampaikan sangat mencerahkan.. kerjakan tugas wajib di pagi hari, pengawasan dari orang tua dan pisahkan dulu saat belajar…
Mengenai waktu, lama dan proses bercanda: biasanya tidak pandang waktu, pemicunyapun random, durasinya bisa sampai beberapa jam kalau tidak diingatkan. Prosesnya misalnya kalau sedang mengerjakan tugas, salah satu cerita2 bercanda, mengobrol, lanjut ngelitikin, berbalas ngaget2in, dan bahkan bisa juga sampai berantem, nangis dan baikan lagi dan lanjut lagi bercanda. Bisa juga bercandanya ini diselang seling sambil mengerjakan tugas.. tugasnya sesaat, bercandanya lama, lalu saya ingatkan balik ke tugas lagi.. saya khawatir terlalu sering menegur malah membuat mereka kebal ..
Kegiatan belajar wajibnya ada 3 jenis setiap harinya yaitu diniyah (arabic dan mengaji) di awal pagi, lanjut matematika (ixl math 2 skill) dan bahasa inggris (ixl languange art 2 skill, read aloud dan menceritakan kembali)… selebihnya chores dan kegiatan sesuai hobi waktunya fleksibel. Bercandanya biasanya ketika hendak atau sedang mengerjakan matematika dan english. Kalau sedang bagus, semua pelajaran wajib bisa selesai jam 9 pagi.. kalau sedang tidak terkendali, bisa2 pelajaran wajib baru selesai di sore hari atau bahkan tidak selesai..
Mohon tanggapannya.. 🙏
heni soraya
MemberAssalamu’alaikum Mas Aar dan Mba Lala, kami telah menjalani HS selama 3 thn tantangan yg kami alami berubah-ubah seiring waktu.. Awalnya kebingungan mencari apa yg mau dipelajari, sekarang alhamdulillah malah kebanjiran ide apa yg mau dipelajari.. Kami tinggal memilah mana yg prioritas dan diminati anak. Tantangan yg kami hadapi sekarang adalah banyaknya distraksi. Untuk distraksi gadget bisa ditangani dgn aturan. Yg sulit ditangani adalah distraksi bercanda yg berlebihan antar anak. Seringkali bercanda ini menghabiskan waktu sehingga kegiatan yg wajib saja tidak terselesaikan. Kalau saya ingatkan terus jdnya malah makin kebal. Akhirnya kami beri teguran bahkan mengurangi jatah gadgetnya. Tapi sejauh ini blm berhasil. Apakah ada cara lain yg mungkin bisa kami lakukan?
Terimakasih sebelumnya.. 🙏🏻
July 19, 2024 at 9:37 am in reply to: Podcast Pengalaman Keluarga dalam Pengembangan Minat-Bakat #4854heni soraya
Membersepertinya sangat menarik untuk dijalankan 🤩… bismillah.. semoga anaknya mau dan suka dengan prosesnya.. terimakasih Pak Aar… 🙏
July 18, 2024 at 7:56 am in reply to: Podcast Pengalaman Keluarga dalam Pengembangan Minat-Bakat #4856heni soraya
MemberTerimakasih Pak Aar atas saran2nya..
Untuk arduino dan robotic, tahap awalnya apakah sebaiknya si anak harus belajar coding terlebih dahulu? atau langsung dipaparkan saja langsung mengerjakan projek bersama orang tua?
July 5, 2024 at 1:22 am in reply to: Podcast Pengalaman Keluarga dalam Pengembangan Minat-Bakat #4862heni soraya
MemberAssalamu’alaikum Pak Aar, anak kedua kami usia 10th sangat senang crafting membuat berbagai model/alat mekanik dan elektronik seperti model mesin cuci, AC, palang pintu kereta dll. Hampir semuanya dibuat atas inisiatif sendiri. Tangannya cukup terampil dan jarang sekali meminta bantuan orang tua. Dia jg sedikit2 paham tentang elektronika.
Kami berusaha terus mensuport minatnya dengan mensuplai berbagai material yg dia minta. Kami juga memintanya membuat vlog untuk menjelaskan setiap projek yang dia buat. Terkadang kalau sedang rajin dia mau membuat sketsa sederhana dari alur projek yang akan dibuatnya.
Saat ini kami masih memikirkan apa lagi yg bisa kami lakukan utk mengembangkan minatnya ini. Apakah dilanjutkan mengalir saja seperti sekarang atau ada hal lain yg bisa kami tawarkan kepada si anak?
heni soraya
MemberMas Aar dan Mbak Lala,
Anak pertama kami (usia 15th) memiliki minat digital music composing. Ketika mengerjakannya dia kelihatan enjoy dan tekun. Tapi sayangnya output yang dihasilkannya kurang berkembang dan monoton.
Ketika kami beri tantangan untuk mempelajari tekniknya lebih mendalam dan belajar not balok kelihatannya kurang antusias. Sepertinya memang bukan bakatnya dan hanya sekedar hobi untuk bersenang senang saja.
Tadinya kami pikir ya sudahlah tunggu sampai anaknya bosan.. tapi kok lama2 sayang juga waktunya, soalnya hobi ini lumayan menyita banyak waktu. Padahal ada bidang2 lain yang sebetulnya terlihat ada potensi bakatnya tapi kurang diminati jadi malah kurang dikembangkan.
Bagaimana menyikapinya..
heni soraya
MemberTernyata aturan yang kami terapkan selama ini masih terlalu kendor..
Terima kasih penjelasannya mas Aar.. semoga kami bisa menerapkannya dengan konsisten dan persisten.. terutama di awal2 pendisiplinan karena pasti respon mereka akan menguji keteguhan kami dalam menerapkan aturan..
heni soraya
MemberAssalamualaikum mas Aar,
Anak saya yang ke 2 (9th) dan ke 3 (7th) suka sekali belajar melalui internet, misalnya mengcreate sesuatu di minecraft, membuat animasi dengan mineimator, membuat/mengedit video dengan video maker, membuat mesin simulasi dengan algodoo, dll. Anak yang ke 2 juga senang menonton tutorial membuat prakarya di youtube dan mempraktekannya sampai jadi. Awalnya kami merasa itu adalah sesuatu yang positif karena mereka mempelajarinya secara mandiri dan menghasilkan output karya yang cukup baik untuk ukuran anak seusia mereka.
Sayangnya, karena terhubung dengan internet, lama2 mereka terpapar juga dengan aplikasi dan tontonan game. Awalnya memang kami perbolehkan dengan batasan. Tapi ya lama kelamaan makin menyita waktu mereka. Bahkan mengganggu aktivitas belajar mereka yang lainnya
Untuk totaly memutus mereka dari eksplorasi di internet rasanya tidak mungkin karena ada juga manfaatnya. Tapi kalo tetap dilanjutkan, kami belum menemukan cara yang pas untuk proses tarik ulurnya supaya mereka tidak kebablasan.
Apakah mas Aar dan mba Lala ada pengalaman dengan kondisi seperti ini dan bagaimana menghadapinya..
-
AuthorPosts