Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Mira wulandari
MemberMakasih Mas Aar dan Mba Lala, atas pengalamannya sbg HS dan dibuat secara sistematis dalam Rumah Inspirasi, sehingga kami bisa belajar banyak sekali.
Terkait dengan naik kendaraan umum. Usia berapa anak bisa dengan aman naik kendaraan umum sendiri?
Kami saat ini sudah 3 bulan pindah ke Bogor. Di depan perumahan adalah jalan angkot jurusan Bantargebang mereka. Cukup rame. Kami masih ragu soal keamanan. Bogor ini masih kota asing bagi kami. Belum pernah stay lama.
Terima kasih atas tanggapannya.
Mira wulandari
MemberTerima kasih Mas Aar. atas Penjelasan ini: “Karakter anak memang beragam dan penting bagi kita untuk mengembangkan kekuatan anak dan pada saat bersamaan mencoba menggunakan cara yang paling sesuai dengan anak agar tujuan yang diharapkan tercapai.
Berkaitan dengan cara, biasa kami berdiskusi dengan pasangan. “Anak kita yang ini lebih mirip siapa sifatnya?”
Jika lebih dekat ke saya, saya yang akan lebih berperan untuk menangani. Jika lebih mirip pasangan, dia yang lebih berperan untuk mencari penanganan yang sesuai dengan karakternya.”.Telat baca QnA ini….. tapi jadi lebih paham dan tau alasannya.
Mira wulandari
MemberRelated banget dengan yang saya alami, lebih crowded nya karena anak Ada di kelas 6. Dan dia dalam tahap segala sesuatu adalah beban belajar, bukan bermain. Sehingga ketika diajak untuk bergabung dengan komunitas HS lain, untuk sebuah kegiatan, dia merasa “ini beban baru lagi, untuk menghadapi ujian paket A aja belum kelar, dan aq bingung.” Lain hal nya dengan kelas IXL Math, enjoy banget dia. Wkwkwkwk.
Saat ini khusus untuk anak kelas6 ini, saya longgarkan. Hanya bertanya, sampai mana buku modulnya?, tema mana yang mau dibahas lanjut? IXL Math nya mau Bunda bantukah? Sampai tablet ku dikuasai dia.
Kelonggaran ini juga terkait dengan usia dia yang beranjak remaja. Masa peralihan, dimana telinga dia kurang mendengar apa kata Bunda. Tapi lebih mendengar apa kata teman, kakak sepupu.
Rikues donk kelas “berdamai dengan anak beranjak remaja”.
Mira wulandari
MemberMembaca lagi, … Lagi…..lagi… Dan lagi, ke empat saran dari mas Aar. Terima kasih Atas sarannya.
mencoba lagi…lagi….lagi…dan lagi. Memang bukan hal yang mudah untuk dipraktekan sehari hari. Terima kasih atas ke empat sarannya.
Membangun kepemilikan: sangat mudah ketika mereka sendiri yang menuliskannya. Menulis bukan hanya mengingat apa yg ditulis, tapi juga muncul rasa kepemilikan Dan tanggung jawab.
Sekarang inkonsisten sudah mulai bergeser.
Terima kasih.
Mira wulandari
MemberTerima kasih Mas Aar, penjelasannya. Step yang lumayan merubah gaya hidup, menuliskan. Seperti menyusun jadwal. Memang, anak anak akan mencontoh orangtuanya. Nah, seringkali saya ‘konsisten untuk tidak konsisten’, hehehehe. Ini memang sisi buruk saya terutama, konsisten membuat jadwal dan mematuhi jadwal. Bahan dari Mas Aar dan Mba Lala sudah saya unduh. Tapi masih ragu untuk melaksanakannya. Sepertinya harus bicara dengan anak, supaya mereka juga jadi alarm untuk saya mematuhi jadwal. Hahahaha…..
Anak saya yg di rumah ada 2, satu Fatima 12 tahun, Dan Muhsin 10 thn. Kami baru menjalani homeschooling, sebelumnya mereka full di pesantren.
Ada tips nggak untuk kami yang sering “angin-anginan”?
Makasih Mas Aar dan Mba Lala yg sedang menjalani hidup ‘sarang kosong’. Semoga lancar dan memberkahi. Saya tunggu jawabannya.
Mira wulandari
MemberMengamati box Ottoman:
Tujuan kegiatan: a. Menggambar box Ottoman; b. Menyebutkan bentuk box Ottoman; c. Merangkai box Ottoman menjadi berbagai bentuk; d. Menghitung luas box; e. Menghitung isi box dengan beragam bentuk; f. Menceritakan perjalanan box (kami baru pindah rumah dari luar kota); g. Mendistribusikan barang apa saja yang boleh masuk box.
2. Ide kegiatan Mengamati kasur:
Tujuan kegiatan: a. Menyebutkan kepemilikan kasur, b. Menyebutkan tanggungjawab pemilik kasur; c. Mengukur kasur; d. Memperkirakan jumlah pengguna dengan luas kasur; e. Mengatur posisi kasur sesuai dengan etika.
3. Ide kegiatan, memanfaatkan taman (kami baru pindah dari luar kota, dan menempati rumah kontrakan)
Tujuan kegiatan:a. Memperhatikan area yang terkena sinar matahari sepanjang hari; b. Mengukur area taman; c. Menyebutkan tanaman yang ada; d. Membuat peta area taman (eksisting); e. Mendiskusikan dengan orangtua tanaman pangan yang dapat ditanam dengan memperhatikan makanan kesukaan; f. Mendiskusikan dengan orangtua posisi dan bentuk risebed untuk menanam; g. Mendiskusikan kemungkinan kolam ikan; h. Menggambar peta rencana taman pangan; i. Menyiapkan bahan untuk membuat risebed; j. Menyiapkan tanaman untuk ditanam; k. Menyiapkan bahan untuk pembuatan kolam; dst
-
AuthorPosts