Forum Replies Created

Viewing 5 posts - 31 through 35 (of 35 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: Podcast Tips Project-based Learning #6518
    Nia
    Participant

    Selamat pagi Mas @Aar dan mbak @Lala ..

    Awal2 homeschooling saya nggak ada kepikiran sama sekali mengenai PBL (teknisnya gimana, caranya gmn dll) kayak berat banget juga. Lalu seiring berjalannya waktu saya mulai mengerti karena cukup sering dibahas di kelas, dan saya mulai praktik, dari hal terdekat dan termudah yg mampu kami lakukan (krn saya memang suka konsep PBL ini)

    Nah pertanyaannya adalah, apakah tidak apa-apa kalau selama ini saya bikin2 sama Hichan (7thn) tapi saya sendiri belum menemukan tujuannya apa atau Hichan belajar apa dari proyeknya? 😁

    Kayak misalnya saya skrg sedang membuat cerita bersambung beberapa lembar, lalu di situ dia harus bikin ilustrasi dari cerita yang saya buat tiap lembarnya. Karena Hichan juga biasa2 aja sama menggambar, jadi tujuannya pun bukan melatih skill menggambarnya, tapi hanya sesederhana dia belajar membaca, kadang saya minta menceritakan kembali, dan biar ada kegiatan 😅

    Atau misalnya masak2, tujannya hanya ya biar dia terbiasa memasak, kelak bisa masak, ngerti flownya.. gitu aja.

    Maksudnya, apakah tujuan sesederhana yg saya punya ini cukup untuk skrg saya menemani anak usia awal sekolah?

    Terima kasih.

    in reply to: Audit Diri #6555
    Nia
    Participant

    terima kasih Mas Aar untuk jawabannya.. 🙏

    in reply to: Audit Diri #6559
    Nia
    Participant

    Hallo Mbak Lala, mau tanya.. (maaf kalau kemarin dibahas, tapi mungkin kelewat sama saya)

    di halaman 16 itu kan ada semacam “pernyataan” kita mau membangun kebiasaan baik apa, dan juga alasannya. Apakah ini perlu diprint 5x kalau kebiasaaan yang mau kita bangun ada 5?
    (kalau ga salah audit diri sebelumnya bagian ini langsung ada beberapa halaman sekaligus ya..)

    terima kasih 🤗

    in reply to: Pengembangan Keterampilan Personal #6572
    Nia
    Participant

    Terima kasih Mas @Aar sudah mem-break down ini semua, saya jadi lebih paham sekarang, semoga bisa melatih semua kapasitas ini dalam perjalanan kami…

    in reply to: Pengembangan Keterampilan Personal #6576
    Nia
    Participant

    Selamat sore Mas @Aar dan Mbak @Lala , saya mau curhat dan nanya 😀
    salah kamar..

    Jadi kemarin itu Hichan (7th) jadwal gymnastic. tapi karena teman-temannya lagi ujian tengah semester, di gym itu kosong melompong, cuma ada 1 anak lain yang latihan (dgn pelatih yg beda). Dari awal saya udah feeling nih latihannya akan agak tricky karena kelihatan sekali Hichan nggak nyaman dan malu latihan sendiri. Awalnya saya santai aja, yang penting dia latihan, saya semangatin, dan bercandain, tapi cemberut. Saya udah nanya “H kok cemberut? nggak semangat latihan? gak apa-apa ya sekali ini doang latihan sendiri” maksudnya mau dibikin nyaman dan dikasih semangat, dia bilang “nggak” tapi wajahnya cemberut, mungkin dia juga enek kali ya saya semangatin terus hahaha..

    di tengah2 terus dia diajarin satu gerakan yang agak sulit, 5 kali percobaan gagal terus, akhirnya pecah deh tangisannya, saya juga masih santai aja, saya panggil dan saya ajak peluk untuk bikin dia nyaman dulu aja. yang penting nggak berhenti latihan deh, biar dia nggak gampang berhenti gituloh. Nangis yang sampai nafasnya terengah2 gitu padahal baru sebentar, saya suruh jangan minum terus dia minum banyak, akhirnya muntah :|, saya marah sih pas dia muntah (ini setelah saya pikir lagi juga saya tau saya salah hehehe..) terutama karena dia nggak bawa celana ganti.,

    1. Saya inget banget kata-katanya Mbak Lala “jadi orangtua itu harus supportive tapi demanding”. Nah saya mau praktikin ini (wicis kayaknya gagal karena saya kepancing jadi marah..) apakah tindakan saya sudah tepat (sebelum momen marah) saat dia merasa ga nyaman saya berusaha chill, nggak ngegas dan menyemangati Hichan dan “memaksa” dia untuk tetap latihan meski tidak ada teman2nya?

    2. Saya nggak ada goal untuk dia jadi atlet sampai saat ini (karena lihat kapasitas H juga belum sampai situ) jadi ini pun latihan cuma seminggu sekali aja (makanya gemes karena ada pikiran ‘ya aalllaaaah, disuruh latian seminggu sekali doang, biar olahraga loh ini..’), Nah kalau di kasus kami, saat H waktunya latihan tapi dia cemberut karena situasi yang nggak biasanya, bagaimanakah sebaiknya sikap kita sebagai ortu? Cuekin aja ngambeknya dan kita berusaha biasa yang penting dia latihan, atau bahas dulu soal cemberutnya, misalnya ngasih tau anak supaya ‘ayo dong ceria, senyum kalau latihan tuh’ padahal kita juga tau kalau dia kondisinya nggak nyaman 😀

    terima kasih mas aar dan Mbak lala

Viewing 5 posts - 31 through 35 (of 35 total)
Scroll to Top