Forum Replies Created

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 10 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: Podcast Jenjang Kompleksitas Tematik #4950

    Salam Mas Aar,

    Terimakasih untuk pemaparannya.

    Pertanyaan saya, kalau boleh tau bagaimana anda bersama keluarga membangun kegiatan belajar yang mandiri di rumah, dihadapkan dengan tantangan adanya hape dan media lainnya yang sangat menggiurkan untuk anak, apalagi kalau anak sering di rumah. Di sisi lain, kadang saya juga melihat ada (sedikit sebenarnya ya) pelajaran keterampilan yang positif saat bermain game, atau saat misalnya menonton film berbahasa Inggris, Atau… apakah itu jangan2 alasan saya saja ya untuk membolehkan anak menggunakan gawai?? Karena ada keuntungan juga untuk saya sehingga contohnya saya jadi bisa melakukan kegiatan rumah tangga. Sebab memang saya merasakan juga efek negatif gawai bagi anak.

    Kadang saya juga bingung untuk menjalani. Apakah anak homeschool itu berarti ibunya tidak boleh bekerja? Apakah ibu menjadi sangat terbatas menggunakan media sosial di hapenya?

    in reply to: Podcast Tips Pembelajar Mandiri #4968

    Iya ya. Saya mulai menyadari dan menerima fase anak saya, itu lah juga yang membuat saya ada keinginin untuk menunda waktu sekolahnya dan tidak dimasukkan TK, yaitu karena saya merasa kondisinya akan membuat dia tidak bisa menikmati masa bermainnya yang sangat mungkin justru di situlah proses belajarnya diterima. Masalahnya adalah saya perlu bekerja…

    Jadi pertanyaan saya selanjutnya, saya ingin tahu pandangan Mas Aar lagi tentang tips memilih sekolah TK. Saya harap mas Aar bisa sedikit mengarahkan saya, meskipun Anda sepertinya tidak memasukkan anak2 anda sendiri ke TK ya?

    Terimakasih Mas Aar

    in reply to: Podcast Tips Pembelajar Mandiri #4973

    Salam Mas Aar, terimakasih untuk materi2nya yang luar biasa membuka wawasan saya tentang belajar.

    Saya ingin bertanya tentang mindset belajar. Anak saya yang berusia 4 tahun setengah, masih dipertimbangkan untuk memasukkan dia ke TK tahun depan atau tidak, sementara itu saya berencana tetap menyekolahkan dia untuk SD nanti. Salah satu kekhawatiran saya adalah mindset anak saya yang melihat belajar itu kurang menarik, dibandingkan bermain. Saya lihat kalau sambil lalu saja, dia bisa paham konsep matematika dasar, bisa menghapal surat2 pendek, mau diajarkan nilai normatif yang baik, dan lain2. Tapi itu semua sambil lalu saja, diselang kegiatan bermain dia, pokoknya di saat yang tidak bisa khusus seperti formal dan terjadwal. Saya siapkan waktu belajar ngaji setelah solat misalnya, dia ga bisa saya ajak fokus belajar mengaji dulu hanya untuk 30 menit saja. Saya khawatir perkembangan kognitif dia terlambat dan tidak akan suka lingkungan belajar di kelas, sehingga tidak akan senang saat sekolah SD nanti. Saya mohon pandangan Mas Aar terkait hal ini. Terimakasih.

    in reply to: Podcast Mengasah Keterampilan Bertanya #5007

    Halo Mas Aar,

    Terimakasih materinya. Menarik sekali pembahasannya, keresahan yang saya rasakan terjawab dari sini; tentang bagaimana mengembangkan kemampuan belajar sebagai salah satu keterampilan, dan Anda memulainya dari tentang ‘bertanya’ dimana itu juga merupakan suatu keterampilan.

    Pertanyaan saya ada beberapa ya Mas. Pertama, untuk anak usia dini, mengembangkan bagaimana mas Aar menerapkan jadwal kegiatan pada anak 4 tahun? Di saat yang bagi saya krusial untuk memutuskan apakah anak saya akan homeschooling atau TK ini, saya bingung menerapkan sistem jadwal pada anak saya. Apa jangan2 saya tidak mampu… Kalau sekolah kan anak sudah dibuat terbiasa dan teratur sendiri dengan jadwal belajar di sekolah ya, bagaimana dengan yang homeschooling? Anak 4 tahun juga sedang nikmat2nya bermain, saya coba gunakan workbook supaya dikerjakan tiap hari, tapi jadwalnya ya tidak bisa teratur.


    Selanjutnya pertanyaan untuk anak remaja, mungkin ini sebetulnya mengarah pada produk komunitas remaja yang ditawarkan Rumah Inspirasi ya. Untuk memotivasi anak remaja supaya jadi makin semangat belajar, saya sedang mencari komunitas remaja usia SMA di Jakarta. Harapannya anak remaja saya baik bisa terdorong lebih giat belajar baik melalui ngobrol, diskusi, atau mencari informasi lainnya dengan sesama remaja. Saya kan belum daftar member coaching, jadi hanya melihat ada teen’s club yang diadakan tiap bulan, itu pun yang terlihat aktif banyaknya anak akhir SD dan SMP ya Mas? Nah, selain itu, ada kegiatan apa lagi untuk remaja SMA di Rumah Inspirasi?

    Oya, 5W itu kan kurang Who ya mas. Hehehe. 🙏

    Terimakasih

    in reply to: eBook Mengasah Keterampilan Belajar #5011

    Halo Ka Lala,

    Makasih yaaa materinya, saya menikmati sekali bagian ini.

    Mau nanya, saya pernah menyimak salah satu kajian Kaka, tapi lupa yang mana, dimana dijelaskan kalau kita bisa mengajak kegiatan presentasi untuk anak2 dengan tema yang sama tapi dengan level yang disesuaikan dengan tahapnya masing2, misalnya yang adik pembahasan dasarnya saja sedangkan kakanya lebih dalam dan teliti lagi. Nah, pertanyaan saya, sepertinya bisa ya kalau itu juga diterapkan untuk kegiatan melakukan proses keterampilan bertanya? Jadi nanti saya ajak mereka bertanya pada orang2 yang sama, hanya saja level pertanyaannya berbeda. Atau, apakah sebenernya memang adik kaka itu memang selalu bisa belajar bersama ya ka? (Terutama ketika mereka sama2 homeschooling)

    in reply to: Podcast Membangun Ketekunan dan Kerja Keras #5020

    Halo Mas,

    Sebelumnya saya ingin memberi feedback tentang program kursus di Rumah Inspirasi. Terimakasih sekali, saya jadi merasa bahagia dan semangat lagi buat giat belajar sebagai perempuan, sebagai seorang istri dan ibu. Sudah berapa jam total kajian yang saya simak di sini dalam sebulan, dan saya seperti sudah melepas rindu saya belajar secara tekun semasa kuliah dulu. Program yang disajikan sangat fleksibel untuk bisa saya lahap. Sukses terus yaaa Rumah Inspirasi bisa menginspirasi banyak orang. Soal ketekunan dan semangat belajar, saya juga jadi bisa menanamkan itu pada anak saya melalui kegiatan kursus ini. Sebagai ibu rumah tangga dengan segala kesibukannya, anak saya bisa melihat nilai positif bahwa saya tetap berusaha belajar.

    Nah, yang menjadi pertanyaan saya; pertama, saya tertarik dengan konsep gamefikasi. Apakah bisa dieksplorasi lagi mas? Saya juga menerapkan itu sebenernya, dan saya baru tau itu. memang ada ya pengkajian khususnya mas? Saya ingin tau sampai sebatas apa game bisa dibuat percontohan untuk membangun ketekunan? Saya juga sempat berdiskusi dengan suami, saya mengusulkan untuk berlangganan game tertentu untuk anak saya karena saya melihat dia bisa belajar hal positifnya kan mas. Tapi suami saya tidak setuju. Bagaimana menurut mas Aar? Memang untuk kami kalau sampai berlangganan itu keliatannya akan pricey ya, saya liat bisa ratusan ribu sebulan untuk itu… Suami saya tidak melihat sepenting itu game untuk anak kami (usia empat setengah tahun)

    in reply to: Podcast Mengembangkan Motivasi Internal #5037

    Halo Mas Aar. Saya mohon pandangannya nih Mas. Bagaimana ya sebaiknya untuk membangun motivasi internal anak remaja, perempuan (15 tahun). Membangun motivasi internal untuk remaja perempuan yang karakternya tertutup, kepercayaan pada keluarga belum tumbuh baik, kemandirian belajar juga masih rendah, bagaimana ya sebaiknya?

    Pada tahap ini, apa ya kebutuhannya secara umum? Kalau mengikuti apa yang disukainya, rasa2nya sudah bukan saatnya lagi karena sebentar lagi dia akan jadi orang dewasa dan saya khawatir terjebak malah memanjakannya. Mungkin Mas Aar juga bisa sedikit berbagi berdasarkan pengalaman, motivasi internal apa yang bisa cukup besar mempengaruhinya?

    Terimakasih 🙏

    in reply to: Membangun Budaya Belajar #5045

    Halo Mas Aar,

    Dalam materi ini, saya mohon arahan dari Anda terkait persoalan yang sedang saya hadapi. Adik saya homeschooling saat memasuki usia SMA, banyak hal yang tentunya harus jadi PR2 kami di rumah sebagai keluarga yang ingin membangun budaya belajar dan kemandirian pada adik kami ini. Bila dilihat dalam 4 tahap pembelajar Mandiri saja, dia mungkin baru pada tahap pembelajar tertarik. Sungguh sulit ya sebenernya ini, Mas.

    Di sini saya minta saran Mas Aar bagaimana kami dalam kondisi ini sebaiknya? Dimana kami juga merasa seperti dikejar deadline bahwa sebentar lagi dia juga akan memasuki masa belajar di bangku perkuliahan, apakah di sini lah tepatnya ketika Anda bilang “Cita2 tidak lagi berarti”? Bulan ini kami berencana memberi adik tes minat dan bakat, apakah ini tepat menurut Anda? Adakah langkah praktis yang lebih tepat lagi menurut Anda? Sampai usia berapa ya Mas anak itu bisa kita dampingi homeschooling?

    Saya juga ingin tahu, bagaimana pandangan Anda tentang urgensi melibatkan psikolog untuk kondisi seperti ini?

    Terimakasih

    in reply to: eBook Menyiapkan Pembelajar Mandiri #5081

    Terimakasih mas. Insight yang sangat membantu saya.

    Semoga keberkahan untuk Anda.

    in reply to: eBook Menyiapkan Pembelajar Mandiri #5119

    Halo Mas Aar dan Ka Lala<div>Terimakasih atas materinya.</div>

    Anak saya masih 4 tahun, tapi saya sudah mulai mempertimbangkan sekolah anak saya nanti di usia 7 tahun. Saya bersyukur sekali menemukan Rumah Inspirasi dan mendapatkan kesempatan belajar banyak hal di sini.

    Dari bahan2 yang Anda sampaikan terus membuat saya makin mempertimbangkan sekolah rumah untuk anak saya nanti saat SD. Termasuk juga saat membaca pdf bagian ini, saya malah plus plus jadi meresahkan masa depan kehidupan keluarga kami dengan perkembangan dunia yang terjadi.


    Nah, saya ingin tahu pendapat Anda. Bagaimana kita bisa menjamin bahwa homeschool adalah yang terbaik? Apakah sekolah konvensional terlalu banyak kekurangannya?

    Saya berusaha untuk membangun kemandirian anak, terlebih anak saya sudah 4 tahun dan memang sudah masanya membangun kemandirian kan. Nah, saya justru sekarang membayangkan homeschooling malah bisa jadi membuat anak makin kurang mandiri karena terlalu banyak melibatkan peran orang tua? Bagaimana saran Anda dalam membagi waktu setidaknya dalam sehari; kapan anak tahap usia 4 tahun ini dalam momen bergantung pada orang tua dulu dan kapan dalam momen membiarkan eksplorasi sendiri? Apakah benar (katanya ) durasi 2 jam membersamai anak setiap hari tolak ukurnya–sehingga orang tua bisa dikatakan siap memilih homeschooling untuk anaknya?


    Terimakasih

    Tabarakallah

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 10 total)
Scroll to Top