Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Winda Djohar
MemberHalo, Kak Aar.
Saya ingin tanya cara mengenali bahwa anak sedang di tahap yg mana.
Misal, anak saya usia 4 tahun. Sebelumnya, tidak punya ketertarikan menggambar/menulis. Tapi sejak menginjak usia ini, dia mulai senang menulis dan menggambar.
Nah, gambar dan tulisannya itu masih terbatas dgn kemampuannya membuat bentuk. Misal ingin gambar kucing, tapi telinga, kaki, dan tangannya hanya garis lurus. Atau misal urutan menulis hurufnya masih kebalik2.
Apakah saya berada di tahap cukup memberi apresiasi dulu pada gambarnya atau tahap memberi masukan agar bentuk gambar/tulisannya lebih baik?
Winda Djohar
MemberWah… Baik, Mas Aar. Terima kasih atas penjelasannya.
Memang sepertinya anak saya masih perlu distimulasi dgn benda real untuk meningkatkan pemahamannya tentang jumlah, pengurangan dan penambahan, serta sama-beda.
Terima kasih.
Have a great day, Mas Aar dan Mbak Lala.
Winda Djohar
MemberHalo, Mas Aar.
Terima kasih sekali untuk penjelasannya yang mudah dipahami.
Pertanyaan saya:
Anak saya berusia 4 tahun dan ingin saya “ajarkan” matematika/berhitung. Selama ini saya paparkan dgn buku2 berhitung dgn konsep belajar sambil bermain, printables dri RI, counting beads ala Montessori, dan game di HP untuk berhitung (sekitar 10-15 menit, 2-3x seminggu). Ketika ada jadwal “Matematika”, saya membebaskan anak memilih mau belajar di HP atau di buku. Cenderungnya dia memilih di HP.
Ada kekhawatiran bahwa anak senang matematika krna ingin main HP, meskipun saya jg melihat sisi positif dri game di HP tersebut (misal jadi terdorong utk mau menulis angka). Sejak bayi, Anak saya ini tidak dibiasakan diberi screentime (kami tidak punya TV).
Nah, apakah usia 4 tahun ini tepat utk dikenalkan dgn matematika IXL (krna saya lihat permainannya lebih beragam dan komprehensif)?
Apakah cara saya mengenalkan matematika atau jadwal main HP utk belajar sudah baik?
Mohon pencerahannya, Mas.
Terima kasih.
Winda Djohar
MemberHalo, Kak.
Mau tanya tentang jadwal (usia dini maupun usia sekolah).
Apakah jadwal itu perlu dibuat 24 jam? Misal, sejak bangun – tidur malam.
Atau, tidak apa-apa ada jadwal kosong utk kegiatan bebas (misal kegiatan sesuai maunya anak).
Lalu, jika durasi kegiatan yg dirancang ternyata lebih lama daripada praktiknya, apa yg bisa dilakukan selama memenuhi waktu yg tersisa?
Terima kasih.
Winda Djohar
MemberHai, Kak Lala dan Kak Aar..
Terima kasih utk semua informasinya.
Ingin bertanya, apaka mgkin menjalankan HS hanya sepihak? misalnya Ibu saja, tpi Ayah tidak terlibat.
August 27, 2023 at 10:13 pm in reply to: Podcast Prinsip Penyelenggaraan Homeschooling Usia Dini #5029Winda Djohar
MemberHalo, Kak Aar.
Terima kasih atas jawabannya yang mendetail.
Kembali lagi ke Circle of Control ya, Kak. Harus kelola emosi diri sendiri dulu, baru bisa membantu anak.
Akan saya coba terapkan sarannya, Kak.
Terima kasih dan salam sehat selalu😊
August 26, 2023 at 5:07 am in reply to: Podcast Prinsip Penyelenggaraan Homeschooling Usia Dini #5036Winda Djohar
MemberHalo, Kak Aar dan Kak Lala.
Terkait rasa aman…
Anak saya berusia 4 tahun dan saya lihat punya banyak ketakutan.
Dia takut berenang di kolam renang yg banyak hiasannya (ember tumpah, shower, air mancur, dll.), takut dgn perosotan yg meliuk-liuk atau tinggi, berjalan di jembatan mainan (yg biasanya ada di playground), tidak suka tekstur oobleck, enggan masuk toilet rumah saat ada kotoran (seperti pasir/kerikil) di lantai, dll.
Meskipun selalu didampingi saat melakukan aktivitas di atas, dia tetap takut.
Apakah ketakutan ini wajar? (melihat anak2 lain seusianya biasanya senang bermain di waterpark dan playground).
Apakah ada trust issue dari anak kepada orgtuanya, sehingga dia tetap enggan melakukan aktivitas meski sudah dibujuk?
Bagaimana caranya agar anak mau mencoba, dgn harapan rasa takutnya bisa hilang?
Winda Djohar
MemberHalo, Kak. Mau tanya ttg Pasal 6 dan Pasal 10.
Untuk Pasal 6 yang mengatakan bahwa penyelenggara SekolahRumah tunggal harus terdaftar di dinas pendidikan, apakah itu berlaku dari sejak anak usia PAUD dan TK?
Untuk Pasal 10 yang mengatakan bahwa peserta didik SekolahRumah bisa diterima di SD/MI atau yang sederajat, tidak dari awal kelas 1 (satu) setelah lulus tes kelayakan dan penempatan.
Apakah berarti peserta didik SekolahRumah dari PAUD dan TK tidak bisa masuk SD kelas 1?
Mohon pencerahannya. Terima kasih, Kak.
Winda Djohar
MemberWah… Terima kasih sekali, Kak Aar atas jawabannya. Akan saya coba terapkan.
Sehat dan sukses selalu ya, Kak Aar-Kak Lala dan keluarga.🙏
Winda Djohar
MemberTerima kasih sekali atas jawaban dan sharing-nya.
Meskipun selama ini saya berusaha tenang dengan ngomong ke diri sendiri bahwa setiap anak unik dan kemampuan/minat anak lain bukanlah patokan tum-bang, tapi ketika mendengar sharing Kak Aar tentang Duta, saya jadi lebih yakin.
Terkait membangun inisiatif, apakah ada caranya melatih anak usia dini untuk bisa berinisiatif?
Misalnya agar dia tidak cenderung berdiam diri saat ditinggal beraktivitas.
Terima kasih, Kak.
-
AuthorPosts