Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Aar
KeymasterKak @margaret-clarissa-p ,
Fungsi membuat checklist adalah memastikan hal-hal penting tidak terlewat dan bikin kita happy karena terlaksana.
Kata kuncinya 2: penting & happy
Jika kegiatan sudah sangat rutin dan biasa saja, maka tak perlu dimasukkan ke dalam checklist, misalnya: mandi, sikat gigi, dll.
Tapi jika kegiatan rutin dan bisa menjadi mood booster kita karena susah, membutuhkan energi besar, menyita waktu maka bisa dimasukkan, misalnya: menyiapkan sarapan dan memasak untuk keluarga.
Atau kegiatan yang sebenarnya sederhana, tapi membuat kita happy seperti menghirup udara segar di pagi hari.
Jadi, yang perlu dilihat adalah dampaknya pada kita: bikin happy & tidak terlewat.
Semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterKak @liza-darmawan,
Pause points ini adalah istilah dari Atul Gawande, bukan sebuah makna umum. Istilah ini digunakannya untuk menyebutkan kondisi jeda antar-kegiatan agar prosesnya tidak hanya berjalan otomatis. Jeda itu dibuat dengan sadar, caranya adalah dengan dibuatkan checklist dan membuat orang mengecek checklist di waktu itu. Dengan adanya waktu jeda, orang bisa kembali fokus dan mengurangi kesalahan-kesalahan manusiawi yang mungkin dilakukan akibat semua berjalan otomatis.
Dalam konteks self-management, supaya sepanjang hari kita tak berjalan otomatis, maka kita perlu melakukan jeda dan melihat 3 area:
- Bangun tidur, perhatikan checklist morning routine.
- Saat memulai kegiatan harian, perhatikan checklist work cycle utk memberikan arah prioritas kegiatan
- Saat malam hari sebelum tidur perhatikan sekali lagi checklist night routine sebelum tidur
Dengan membuat waktu jeda dan mengecek daftar checklist, kita akan menjadi lebih sadar menjalani hari-hari ini.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterKak @heni-rosita,
Berdasarkan banyak penelitian, proses menjelang tidur sebaiknya memang berjarak agak jauh dengan kegiatan memakai gawai. Ada dampak terkait paparan cahaya biru (blue light) dari layar yang kurang bagus untuk kesehatan.
Akan lebih baik jika menjelang tidur yang dikuatkan adalah mengobrol atau story telling bersama anak yang membahagiakan. Dampak kebahagiaan dan kenangannya akan terbawa ke dalam tidur anak.
Jika memungkinkan, proses penggunaan gawainya sebaiknya diatur ulang waktunya agar tidak menjelang tidur.
Demikian kak, semoga membantu. 🙏
Aar
KeymasterBetul sekali kak @sita-supomo,
Proses penting untuk menjaga kualitas kegiatan siang adalah menjaga mindfulness pada area yang bisa kita kontrol, yaitu rutinitas malam & rutinitas pagi.
Itu yang perlu dijaga dengan sadar.
Jika kita bisa mindful saat malam dan pagi (sebelum langsung reaktif menjalani hari), biasanya kualitas keseharian kita menjadi lebih berkualitas.
Alat teknis untuk memastikan mindfulness itu adalah checklist. Dengan membuat checklist berisi kegiatan2 kecil yang perlu kita selesaikan, sepanjang hari kita akan penuh kebahagiaan karena ada “sense of accomplishment”, perasaan bahagia karena berhasil menyelesaikan satu checklist demi checklist, walaupun itu kelihatannya kegiatan sederhana.
Sekali lagi, kunci menulis aktivitas checklist adalah memasukkan memecah kegiatan besar menjadi lebih kecil.
Misalnya: ada kegiatan menjadi moderator sebuah seminar.
Kegiatan itu bisa di-breakdown menjadi banyak aktivitas kecil lain, misalnya:
– kontak panitia memastikan kepastian jadwal
– membaca data narasumber
– bikin ringkasan data perkenalan narasumber
– bikin pointer setiap materi
~ pastikan lokasi gedung
~ jalan menuju lokasi sebelum pk. …
~ dll
Itu hanya contoh breakdown yang akan bikin kita happy saat menjalaninya dan memastikan tak ada hal2 kecil yang penting tapi terlewat.
Semoga membantu 🙏
Aar
KeymasterKak @catur-wulandari,
Kegiatan pagi sebenarnya dibagi 2 kak, morning routine + kegiatan sebelum makan siang.
Mengapa ada morning routine?
Karena itulah yang fungsinya mengisi energi dan memulai hari dengan proaktif (bukan langsung menjalani keseharian). Ini yang perlu dikenali dan dibangun.
Kegiatan setelah morning routine itulah yang dimasukkan ke kegiatan pagi sebelum makan siang. Biasanya kegiatan ini dimulai dengan pelayanan untuk anak dan pasangan, serta kegiatan2 lain yang memang perlu dikerjakan hari itu.
Semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterKak @sita-supomo,
Saya tidak tahu sistem kalendar yang kakak gunakan.
Jika saya berusaha mengira2, yang tertulis dalam kalendar adalah daftar kegiatan di hari terang (pagi, siang, sore).
Sementara itu, sistem checklist yang sedang kita latih saat ini melibatkan proses yang lebih lebar: AM, PM, dan Work Cycle. Tujuannya bukan hanya mengelola kegiatan di hari terang, tetapi juga membangun kebiasaan baik dan pola energi kita.
Idealnya kita menggunakan satu sistem supaya tidak repot.
Karena sedang berlatih, mungkin kakak bisa memasukkan kegiatan dalam kalendar ke dalam kegiatan yang masuk pada Work Cycle (pagi, siang, sore).
Demikian ide yang terpikir dalam benak saya. Saya tidak tahu apakah cocok dengan kondisi kakak.
Silakan diadaptasi sesuai kondisi.
Semoga bermanafaat.
🙏
Aar
KeymasterKak @sita-supomo,
Penulisan inisial pola dalam matriks tidak harus dituliskan. Tapi jika tetap mau menuliskan untuk meresapkan gagasan juga tidak apa-apa.
Tujuan latihan pengkategorian itu adalah untuk menjadi alat bantu membuat distingsi kegiatan dan analisis terhadap pola-pola kegiatan. Dengan pengenalan pola kegiatan, kita menjadi lebih bisa mengenali hal-hal yang bisa kita perbaiki/tingkatkan dalam pola kegiatan yang kita miliki.
Demikian, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @elsa-murdiana,
Terima kasih atas testimoninya yang membuat semangat dan kebahagiaan buat tim yang membuat materi ini. Kami memang berusaha merancangnya agar sesuai dengan konteks keseharian di Indonesai sekaligus konteks kekinian dengan menggunakan uang baru.
Tentang alasan penulisan spesimen, yang kakak jelaskan sudah tepat.
Uang adalah alat pembayaran yang diatur dengan Undang-undang.
Penulisan spesimen pada uang menunjukkan bahwa:
- itu hanya uang contoh dan alat peraga
- uang tersebut jika dicetak tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran
- tidak ada maksud untuk kejahatan (melakukan pembuatan uang palsu)
Semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @enggaringtyas,
Yang dimaksud podcast catatan pengalaman awal adalah podcast “Interpretasi hasil kuesioner” . Mohon maaf penyebutan istilahnya tidak konsisten.
🙏
Aar
KeymasterKak @endang-sinulingga,
Checklist adalah alat untuk mengelola kegiatan kita agar produktif sekaligus happy,
Kalau kakak menyimak proses yang saat ini sedang dilaksanakan, 2 area kegiatan justru tak ada hubungannya dengan orang lain (AM/PM). Itu adalah checklist yang fungsinya untuk membangun energi kita dan membuat kita bisa menjalani hari dengan energi penuh dan berkualitas.
Sedang checklist saat hari terang (pagi/siang/sore) sangat bisa berubah-ubah sesuai kondisi. Checklist bukan berisi jadwal kegiatan yang sama seperti jadwal anak sekolah yang isinya sama selama 1 semester.
Isi checklist disesuaikan dengan perkiraan kita tentang kondisi yang akan kita hadapi di hari tersebut.
Jika ada hari yang isinya kegiatan bersama keluarga, maka isi checklist kegiatan siang bisa saja hanya 1: acara keluarga. Dan itu tak apa2.
Apakah saat kegiatan weekend itu semua checklist ditinggalkan? Itu sudah terserah pilihan Anda. Itu adalah hidup Anda.
Jika Anda ingin menjaga energi dan kebiasaan baik, Anda bisa menyederhanakan morning routine dan night routine tetapi tidak meninggalkannya sama sekali.
Bagaimana kalau sesekali kita libur dan nggak pakai checklist? Itu juga kembali lagi pada pilihan Anda.
Jika Anda butuh istirahat, lakukan istirahat. Jangan merasa bersalah saat beristirahat.
Jika Anda merasa sudah cukup istirahat dan butuh lebih produktif, program yang sedang kita pelajari ini semoga bisa membantu Anda untuk mengelola keseharian Anda agar menjadi lebih produktif sekaligus membahagiakan.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterKak @endang-sinulingga,
Reward adalah stimulasi eksternal untuk membuat kita lebih semangat melakukan sebuah hal.
Dalam konteks umum, reward bisa dipakai sesekali. Terutama utk kegiatan yang membutuhkan dorongan lebih besar. Yang penting tidak menjadi pola rutin untuk semua kegiatan.
Kondisi idealnya adalah pilihan kegiatan itu kita sadari sebagai hal yang penting dan bermanfaat bagi kita. Kebahagiaan saat menyelesaikan kegiatan dan menguatkan “otot tekad” adalah hadiah besar yang kita terima saat berhasil.
Demikian kak, semoga membantu.. 🙏
Aar
KeymasterKak @nadya-intan-kemala,
Konsep yang dibahaskan dan dilatih hari ini berbeda dengan sebelumnya (kategori). Yang kategori sudah selesai dan menjadi pengetahuan kakak.
Sekarang kita belajar mengelompokkan checklist ke dalam 3 bagian: AM, PM, dan work cycle.
Tujuannya apa?
Seperti yang dibahaskan dalam podcast, supaya kita lebih peduli pada bagian AM dan PM. Pastikan ada aktivitas yang kita lakukan dengan sadar terkait waktu AM dan PM.
Sebab, di area itu ada hal-hal penting yang perlu kita jaga agar proses berkegiatan dalam work cycle bisa berjalan dengan baik.
Demikian kak, semoga membantu.. 🙏
Aar
KeymasterIya kak @cindy-mamahit,
Hari menjalankan checklist yang sudah dibuat kemarin.
Checklist dengan pembagian AM/PM dibuat malam ini untuk dilaksanakan besok.
Semoga membantu 🙏
Aar
KeymasterKak @fenny-lianawati,
Kondisi di lapangan pasti lebih kompleks dan beragam.
Jadi, konsep AM-PM ini perlu diadaptasi sesuai kondisi yang memungkinkan dan paling cocok dengan kita.Jika kakak ada kelas hingga malam sehingga terlalu lelah untuk membuat checklist, kakak sudah tepat dengan menggeser proses membuat checklist sebelum kelas dimulai.
Dalam kondisi2 seperti ini, maka yang berusaha dipegang adalah spirit dan tujuan dasarnya: tidur dengan sadar.
Setelah kelas, pastikan ada jeda dan waktu tenang sebelum memutuskan untuk tidur. Kakak bisa melakukan kegiatan yang sesuai dengan kakak, misalnya berdoa atau meditasi sejenak sebelum tidur.
Jadi, tenaganya ditambahkan sedikit dengan menghadirkan kesadaran dan ketenangan sebelum tidur.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterTerima kasih juga kak @enggaringtyas
Semoga Noel jadi semakin semangat belajar dan semakin bertumbuh pemahamannya
🤩
-
AuthorPosts