Forum Replies Created

Viewing 15 posts - 751 through 765 (of 766 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: Podcast Tips Memilih Model Homeschooling #7315
    Aar
    Keymaster

    Betul mbak Mutiara,

    Anda sudah berada di dalam track yang benar. Itu tahapan menuju pola alamiah belajar anak.

    Yang perlu dicermati adalah:
    ~ dari pilihan yang Anda tawarkan dan disetujui anak, seberapa tingkat efektivitasnya? Apakah kapasitas anak bertumbuh? Apakah konsistensinya berkembang?

    ~ dalam tahapan lebih advance, setelah anak mulai terbiasa dengan cara belajar barunya, dorong anak untuk berinisiatif dan mengajukan tema/proses belajarnya. Anak mengajukan, Anda menyetujui/menolak/melakukan negosiasi.

    Secara umum, proses yang akan terjadi dalam kegiatan belajar anak adalah campuran antara ide orangtua dan ide anak.

    in reply to: Podcast Sosialisasi Homeschooling Anak Usia Dini #7318
    Aar
    Keymaster

    Kak Delvi,

    1. Tidak pernah ada jaminana apapun untuk sebuah proses, kak.
    Proses2 yang dibutuhkan oleh anak usia dini sebagian besar adalah memenuhi kebutuhan keamanan dan rasa nyaman secara psikologis. Kebutuhan ini tidak bisa dipenuhi secara eksternal, tetapi justru melalui proses bersama orangtua dan keluarga. Anak membutuhkan kelekatan (attachment) yang kuat bersama orangtua yang menjadi sumber rasa aman dan nyaman.

    Pada saat bersamaan, orangtua memang perlu belajar agar bisa menstimulasi anak sesuai kebutuhannya.

    2. Betul kak. Langkah yang Anda lakukan sudah tepat. Berikan rasa aman dan nyaman pada anak, turunkan ekspektasi. Fokus pada proses stimulasi, bukan pada hasilnya. Itu jauh lebih baik dan lebih efektif untuk anak.

    Sekali lagi, masa usia dini adalah untuk memberikan pondasi untuk pertumbuhan jangka panjang; bukan masa memetik.

    Jadi, mari dinikmati prosesnya. Semakin dinikmati, orangtua dan anak semakin happy. Dan itu menjadi spiral positif yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

    in reply to: Podcast Titik Awal Memulai Homeschooling #7319
    Aar
    Keymaster

    Kak Renold,

    Kunci penting dalam proses HS adalah tidak memindahkan sekolah ke rumah. Kalau kita memindahkan sekolah ke rumah, itu hal yang tidak mungkin kita lakukan karena kapasitas kita sebagai orangtua tidak memungkinkan dan kondisi rumah berbeda dengan sekolah.

    Jadi, proses belajar tidak harus mata pelajaran yang ada di sekolah.

    Lalu, apa yang harus dipelajari oleh anak?

    Intinya sebenarnya tergantung orangtua, karena HS itu sangat custom, tidak seperti sekolah yang materi belajarnya ditentukan standar dan sama. Visi pendidikan keluarga sangat penting untuk memandu proses homeschooling yang dijalani di keluarga kita.

    Beberapa hal yang penting dipelajari, misalnya:

    • kebiasaan baik saat bangun tidur, berkaitan dengan makan, berkaitan dengan komunikasi, berkaitan dengan ibadah, dll
    • keterampilan belajar: inisiatif anak, keterampilan mengikuti prosedur (misalnya menonton video Youtube memasak, dll)
    • matematika
    • percobaan sains, dll

    Jika kita tidak menguasai materi belajar, kita bisa mencari dan mempelajari materinya secara online atau menggunakan materi online.

    Detil tentang materi belajar dan pola kegiatan anak akan dibahas pada bagian ke-3

    in reply to: Podcast Prinsip Penyelenggaraan Homeschooling Usia Dini #7321
    Aar
    Keymaster

    Secara teknis bisa mbak. Tapi ekspektasi orangtuanya perlu dikelola: jadikan itu kegiatan “main game”, bukan belajar. Pastikan ada pendampingan saat anak berkegiatan. Jika anak belum siap, jangan dipaksa.

    Untuk anak usia 4 tahun, proses yang lebih efektif sebenarnya menggunakan benda-benda fisik, misalnya: batu, daun, mainan, kue, dll

    in reply to: Podcast Perpindahan dari Sekolah ke Homeschooling #7322
    Aar
    Keymaster

    Kak Tengku,

    Saran saya mendaftar PKBM tahun depan (saat kelas 4). Cari PKBM yang menerima siswa kelas 4 dan bisa melakukan pembelajaran secara online/jarak jauh. Jadi, proses belajar anak bisa dilakukan di manapun dan tidak perlu ganti-ganti PKBM.

    Konsekuensinya, nanti waktu Ujian Paket A berarti perlu “jalan-jalan” ke PKBM: ujian sekaligus rekreasi

    in reply to: Podcast Perpindahan dari Sekolah ke Homeschooling #7323
    Aar
    Keymaster

    Kak Almira,

    Kalau anak sudah tidak bersekolah dan mau menjalani HS, secara teori anak harus pindah ke PKBM. Prosesnya mutasi dari sekolah ke PKBM.

    Itu teori dasarnya.

    Pada kenyataannya, PKBM memiliki layanan dan standar yang berbeda-beda. Ada yang menerima siswa sejak kelas 1 SD, ada yang baru menerima setelah kelas 4, ada yang menerima saat kelas 6 (setahun sebelum ujian).

    Tugas Anda jika mau HS adalah melakukan survei PKBM yang ingn Anda ikuti dan menanyakan kebijakan pendaftarannya.

    Lokasi PKBM bisa dicek di: Data Referensi Kemdikbud: https://referensi.data.kemdikbud.go.id/index31.php

    in reply to: Podcast Kegiatan Berbasis Perkembangan Otak #7327
    Aar
    Keymaster

    Kak Aprilia,

    Pembahasan tentang kurikulum ada di bagian 2. Sudah sempat dibaca ebooknya dan didengarkan podcastnya?

    Kurikulum yang ada adalah yang dibuat oleh pemerintah (di setiap negara). Kami berikan contoh yang bisa diunduh: kurikulum PAUD Indonesia, Inggris (EYFS), dan negara bagian California. Kami juga sudah berikan kurikulum yang disederhanakan dalam bentuk checklist/parameter berdasarkan kurikulum PAUD Indonesia dan buku “Slow and Steady Get Me Ready”.

    Untuk kegiatan berbasis perkembangan otak anak hanya ada prinsip-prinsipnya, tapi belum ada yang sampai membuatnya dalam bentuk kurikulum.

    in reply to: Podcast Membangun Kebiasaan Baik Anak #7329
    Aar
    Keymaster

    Kak Isma,

    Proses membangun kedisplinan memang bukan sebuah hal yang mudah. Bahkan orang dewasa pun banyak yang sulit menegakkan disiplin.

    Disiplin berarti menepati hal yang sudah ditetapkan.

    Problemnya, manusia bukan robot dan kehidupan berjalan dinamis sehingga komitmen untuk menepati yang sudah ditetapkan bukanlah hal yang mudah.

    Pertanyaan yang perlu digali, siapa yang menetapkan perintah untuk ditaati?

    Dalam sistem yang umum, kekuasaan eksternal digunakan untuk memaksa orang untuk tunduk dan disiplin. Sekolah menegakkan disiplin dengan paksaan dan anak harus menurutinya. Jika tak menuruti, maka dia akan dihukum atau dikeluarkan dari sekolah.

    Nah, dalam HS proses penggunaan kekuasaan eksternal bukan hal yang mudah. Orangtua tidak bisa membuat aturan/jadwal yang dipaksakan pada anak dan memaksa anak mengikutinya. Ini harapan palsu yang pasti gagal dalam pelaksanaannya. Apalagi jika anak semakin besar dan sudah memiliki pilihan. Sebab, hubungan orangtua-anak bukan formal dan tidak bisa diformalkan.

    Oleh karena itu, disiplin dalam proses HS dilakukan dengan basis kesepakatan dan pembiasaan (untuk anak usia dini).

    Orangtua harus menggunakan pendekatan berbeda dengan model yang digunakan di sekolah.

    Untuk anak usia dini, lakukan proses pembiasaan dan penjelasan mengapa sebuah hal dilakukan. Jelaskan manfaat dan kepentingannya untuk anak.

    Untuk anak yang lebih besar, mulailah dengan membuat kesepakatan-kesepakatan tentang jadwal dan aturan main lainnya. Sertakan juga konsekuensi jika tak melakukan. Konsekuensi paling efektif biasanya berkaitan dengan mengurangi kesenangan anak (bukan hukuman), misalnya: jam main game dikurangi, uang jajan ditunda, dll.

    Nah, tugas orangtua adalah menemani anak melakukan proses:
    ~ membuat kesepakatan
    ~ membuat konsekuensi
    ~ menuliskan kesepakatan dan konsekuensi
    ~ melakukan review secara periodik (berdiskusi tentang praktek di lapangan, apa yang bekerja dan apa yang tidak bekerja, mengapa ada masalah, dll)
    ~ menegakkan konsekuensi

    Ini PR besar orangtua dan memang butuh pendampingan. Nah, pada saat anak usia dini proses2 semacam ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya: aturan main makan, mandi, tidur, dll. Itu yang disepakati bersama anak, diperjelas, dan ditegakkan. Jika ada masalah, fokusnya bukan sekedar menegakkan disipling, tapi membantu anak memahami “why”, mengapa kesepakatan itu perlu dan baik untuk kepentingannya (kepentingana anak).

    in reply to: eBook Ide Kegiatan Dalam Ruang #7331
    Aar
    Keymaster

    Kak Nurlia,

    Dalam proses pendampingan anak, kita sangat mengharapkan agar proses pertumbuhan anak kita berlangsung optimal, demikian pula interaksi anak-anak berlangsung baik, terutama jika kita memiliki anak usia dini yang berdekatan umurnya.

    Sayangnya, terkadang hal itu sulit kita miliki karena faktor waktu. Anak sedang berada dalam masa perkembangan dan kita belum bisa mengharapkan kemandirian mereka. Anak kedua biasanya meniru dan mengikuti apapun yang dilakukan oleh kakaknya. Pada saat bersamaan, kakak sudah merasa besar dan seringkali tidak mau diikuti/ditiru oleh adiknya.

    Kondisi ini seringkali memicu konflik, terutama untuk anak di bawah usia 5 tahun yang kontrol dan ekspresi emosinya masih dalam tahap berkembang. Adik ingin merebut milik kakak atau ingin ikut kegiatan kakak, dan jika tidak dipenuhi akan terjadi keributan. Keributan bisa terjadi karema adik memaksa kakak atau kakak merasa terganggu dengan adiknya.

    Kondisi ini biasanya akan berkurang seiring dengan waktu, terutama ketika adik mulai memiliki kesibukan dan ketertarikan yang berbeda dengan kakak.

    Selama masa adaptasi, hal-hal yang bisa kita lakukan antara lain:
    ~ menerima dan berdamai dengan kondisi yang sifatnya sementara. Kita memang belum bisa memaksa mereka mandiri karena kondisi usia mereka.
    ~ fokus pada keamanan: tidak memukul, menarik rambut, mencubit, atau melakukan kekerasan fisik
    ~ aturan main untuk keamanan ini disampaikan kepada mereka berdua dan terus diingatkan
    ~ untuk mengurangi peluang gesekan, sediakan 2 jenis alat yang sama: gelas, piring, sikat gigi, dll. Saat melakukan kegiatan bersama, sediakan 2 material untuk kakak dan adik. Fokuskan kegiatan pada kakak, biarkan adik hanya ikut-ikutan saja

    in reply to: Checklist Parameter Perkembangan Anak Diknas #7333
    Aar
    Keymaster

    Kedua ceklist itu berdiri sendiri-sendiri kak, karena ada landasan berpikir masing-masing. Itulah yang kami bahaskan dalam podcast lain bahwa ada beragam sudut pandang tentang anak dan beragam jenis kurikulum.

    Nah, lalu apa yang bisa kita lakukan?

    Kita boleh memilih salah satu yang cocok dengan kita. Kita boleh memilih semuanya. Atau kita boleh menggabungkannya.

    Inilah kesempatan sekaligus kerumitan dalam proses homeschooling. Kita tidak diharuskan mengikuti sebuah panduan tertentu. Kita bebas memilih yang paling sesuai dengan kita. Tapi kebebasan itu kadang justru membuat kita bingung karena kita sudah terbiasa diarahkan, hehehe

    Dalam pengalaman keluarga kami, kami dulu hanya memakai checklist slow and steady dan memperkaya dengan hal-hal lain yang kami temukan sepanjang proses belajar kami tentang parenting dan homeschooling.

    in reply to: Podcast Kurikulum dan Panduan Homeschooling Usia Dini #7334
    Aar
    Keymaster

    Kak Catur,

    Jenis kegiatan bersama anak itu bebas, kak. Mau ambil dari ceklist boleh. Dari ide keseharian juga boleh.

    Inti dari tantangan aksi itu adalah membiasakan orangtua melakukan kegiatan bersama anak melalui hal-hal sederhana yang ada dalam keseharian dengan mindful. Ternyata tidak sulit lho dan ternyata anak-anak menikmati kegiatan bersama kita.

    in reply to: Podcast Materi Tambahan HS Usia Dini #7337
    Aar
    Keymaster

    Hai kak Catur,

    – Untuk mengecek kondisi anak bisa dilihat dari: kenyamanan anak saat menjalani keseharian. Kalau dia happy dan terus berkembang, berarti bagus. Kalau dia mudah marah, pemurung, berarti ada kondisi yang perlu digali lebih dalam bersama anak.

    ~ Saat anak bermain bersama teman-temannya di luar, perhatikan. Jika dia nyaman, berarti ok. Kalau dia cerita tentang masalah dengan temannya, jangan langsung dinasihati. Dengarkan saja. Tanyakan kepadanya: menurutmu bagaimana?

    ~ Tak ada orangtua yang sempurna. Kita semua melakukan kesalahan. Jadi, yang penting maju terus untuk memperbaiki diri. Sampaikan kepada anak bahwa Anda mencintainya. Pada saat bersamaan, perbanyak untuk bertanya dan mendengarkan pendapat anak.

    in reply to: Podcast Memulai Homeschooling Usia Dini #7340
    Aar
    Keymaster

    Tujuan dari latihan ini adalah:
    – melatih mindfulness, berkegiatan sepenuh hati bersama anak
    – berlatih menggunakan hal-hal sederhana sehari-hari untuk kegiatan bersama anak
    – belajar melakukan pengamatan terhadap anak

    Kegiatan ini adalah pondasi sekaligus praktek HS yang akan dijalani dalam HS Usia Dini.

    Kalau mau HS Usia Dini, ya begini prakteknya. Kegiatan yang dilakukan bisa lebih atau kurang dari 3, tapi kurang lebih prosesnya seperti itu.

    in reply to: Podcast Sosialisasi Homeschooling Anak Usia Dini #7341
    Aar
    Keymaster

    Pondasi penting keterampilan sosialisasi adalah kenyamanan diri anak (yang akan berbuah pada kepercayaan dirinya) dan keterampilan berkomunikasi. Itu yang perlu dimantapkan di dalam keluarga.

    Ketika keluarga sering berpindah tempat tinggal, anak pasti akan mengalami proses kebingungan dengan setting dan suasana baru yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjadikan keluarga menjadi tempat yang nyaman bagi anak sambil memberikan waktu (yang cukup) kepada anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

    Saat anak mulai bermain di luar, terutama di lingkungan baru yang asing baginya, berikan ruang dan waktu yang cukup longgar bagi anak untuk melakukan penyesuaian diri. Jangan paksa anak langsung berbaur. Cari sahabat keluarga dan berikan bantuan pada anak untuk mencari teman baru yang nyaman baginya.

    Sekali lagi, fokuskan proses untuk menjadikan keluarga tempat yang nyaman bagi anak-anak. Bangun rasa aman & nyaman, kepercayaan diri, dan keterampilannya berkomunikasi.

    in reply to: Podcast Ijazah TK #7342
    Aar
    Keymaster

    Kalau saya memilih tidak memasukkan anak ke sekolah tersebut karena menurut kami sekolah tersebut tidak ramah dengan proses perkembangan alamiah anak. Tentu saja ini subyektivitas kami, dengan pengetahuan dan preferensi yang dimiliki keluarga kami.

    Jika Anda merasa sekolah yang dituju sangat penting dan sesuai dengan harapan Anda dan keluarga Anda, berarti Anda perlu memasukkan anak ke TK. Berarti proses HS Usia Dini hanya dilakukan sampai usia 5 tahun saja (sebelum masuk TK).

Viewing 15 posts - 751 through 765 (of 766 total)
Scroll to Top