Forum Replies Created

Viewing 15 posts - 256 through 270 (of 766 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: Podcast Menguji Kecocokan #5745
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @diah-utari,

    Usia anaknya berapa kak?

    Kalau kami tidak pernah menanyakan anak mau sekolah atau HS karena kami mulai HS sejak anak-anak kecil. Jadi, anak tidak pernah mengenal sekolah sama sekali.

    Dalam proses pendidikan anak, orangtua adalah penanggung jawab yang utama. Jadi, diasumsikan bahwa orangtua lebih tahu dan memilih hal-hal yang terbaik untuk anak. Proses ini terutama untuk anak usia dini.

    Jika anak sudah besar dan sedang bersekolah, maka PR orangtua ada 3:

    1. Mengenali alasan mengapa perlu HS?

    2. Mengkomunikasikan dengan anak dan mendengarkan concern anak?

    3. Jika sepakat mau HS, perlu mencari solusi2 atas concern anak (nomor 2); biasanya terkait pertemanan.

    1. Alasan HS

    Jika orangtua yang mau HS, PR pertama dari orangtua adalah mengenali alasan memilih HS. Orangtua perlu mengenali apa hal yang menguntungkan buat anak jika HS dibandingkan sekolah. Orangtua perlu punya gambaran dan keyakinan tentang rencana yang akan dilakukan jika HS.

    Jika orangtua yakin, proses komunikasi dengan anak bisa dilanjutkan.

    Jika orangtua tidak terlalu yakin, cari dulu ilmu dan keyakinan. Kita tidak mungkin menawarkan kepada anak sebuah hal yang kita sendiri tidak yakin, kan?

    2. Komunikasi

    Orangtua bisa menyodorkan pertanyaan kepada anak: “Bagaimana jika kakak belajar di rumah sama Bunda dan tidak sekolah? Asyik lho… lalu ceritakan rencana Anda jika anak tidak bersekolah.

    “Bagaimana pendapat kakak?” => dengarkan dengan tulus concern anak apapun yang menjadi kekhawatiran mereka.

    3. Solusi atas concern

    Jawab pertanyaan anak terkait HS. Jelaskan solusi yang Anda miliki terkait concern anak. Ceritakan rencana Anda jika mau HS.

    Misalnya:

    • apa rencana kegiatan sehari-hari yang akan dilakukan?
    • bagaimana rencana mencari teman untuk anak?
    • apa kegiatan awal yang akan dilakukan? Tawaran yang menarik biasanya terkait jalan2 atau aneka kegiatan di luar

    Demikian kak, semoga menjawab pertanyaannya. 🙏

    in reply to: Podcast Cara Membuat Dokumentasi #5747
    Aar
    Keymaster

    Kak @zulvi-andriyani,

    Tergantung pada 2 hal:

    • cara orangtua mendokumentasikan: digital atau fisik
    • tujuan yang ingin dikejar

    Dalam pengalaman keluarga kami:

    • Saya biasa menulis secara digital dan memakai media sosial (FB, IG, blog) sebagai alat dokumentasi
    • Lala menulis di jurnal/buku fisik

    Dalam dokumentasi tahunan, biasanya kami membuat dalam bentuk digital supaya mudah dan terstruktur. Hasil akhirnya dalam bentuk file PDF. Hasil akhir dalam bentuk file PDF itu biasanya dikirim ke PKBM (setiap semester).

    Kami kemudian memutuskan apakah hasil akhir itu mau dicetak atau tidak. Ini untuk kepentingan personal yan bikin happy. Anak-anak juga bahagia saat melihat kegiatannya didokumentasikan dan kelihatan fisiknya. Dokumentasi fisik ini juga bisa menjadi alat komunikasi bersama kakek-nenek dan orang lain yang bertanya tentang homeschooling.

    Demikian kak, semoga menjawab. 🙏

    in reply to: Membangun Portofolio Homeschooling #5749
    Aar
    Keymaster

    Kak @zulvi-andriyani,

    Pembuatan portofolio karya disesuaikan dengan tujuannya, kak.

    Jika digunakan untuk laporan ke PKBM, isi portofolio karya bisa beragam untuk menunjukkan perkembangan belajar & kepasitas anak dalam sebuah periode waktu tertentu (misalnya 1 semester). Dalam satu waktu, bisa jadi anak punya banyak bidang yang ditekuni dan karya yang dibuat. Misalnya, anak suka menggambar, memasak, basket. Maka portofolio perkembangan di 3 area tersebut (menggambar, memasak, dan basket) bisa ditampilkan semua.

    Jika digunakan untuk proposal kolaborasi/magang, maka isi portofolio disesuaikan dengan bidang yang relevan. Isinya tidak ada harus 1 bidang saja, tapi pastikan bidang-bidang lain yang ditampilkan dalam portofolio menunjang tujuan yang ingin diraih. Jika anak sedang ingin membuat kolaborasi/magang sebagai ilustrator buku, maka karya dan pengalaman yang ditampilkan terutama yang terkait dengan menggambar.

    Demikian, semoga membantu 🙏

    in reply to: Webinar Dokumentasi dan Portofolio #5755
    Aar
    Keymaster

    Kak @dame-siahaan,

    Sampai saat ini belum pernah ada standar tertentu dan best practice dalam penyajian dokumentasi homeschooling.

    Ketika kami mengirimkan dokumentasi ke PKBM, tidak pernah ada feedback apapun.

    Jadi, sebenarnya cara penyajian itu sepenuhnya menurut kita.

    Kami biasanya menyajikan dokumentasi berbasis kegiatan karena itu lebih mudah. Proses2 yang kami lakukan dulu biasanya sederhana, kak. Yang penting ada dan dibikin. 🙂

    Dari sebuah kegiatan, kami berusaha memaknai dengan berbagai aspek penilaian yang paling memungkinkan. Idealnya bisa mencakup: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Lebih sering kami tak menuliskannya secara eksplisit.

    Buat kami, yang penting dituliskan sesuai pemaknaan yang menurut kita paling tepat.

    Untuk kepentingan refleksi keluarga, kunci pentingnya biasanya ada pada detil perkembangan anak sehingga kita bisa manfaatkan jika suatu saat ingin membuat dokumentasi/menulis buku dengan lengkap.

    Ide kakak itu bagus. Identifikasi pertumbuhan dilengkapi kategori apakah yang berkembang aspek kognitif, afektif, atau psikomotorik.

    Saran saya, kak Dame bikin aja dengan kerangka yang paling pas buat kakak.

    🙂

    (saya baru sadar hari ini ternyata jawaban saya belum terkirim walaupun sudah menulis beberapa hari yang lalu. Mohon maaf baru dijawab ya kak…)

    in reply to: Strategi musim kehidupan #5756
    Aar
    Keymaster

    Terima kasih memperjelas konteksnya kak @wida-indira

    Saya lebih kebayang kondisinya.

    Pada satu sisi ada kakak yang sudah besar dan relatif mandiri. Pola keseharian juga sudah semakin teratur.

    Pada sisi lain ada adik yang jarak usianya jauh dan masih butuh pendampingan intens.

    Ini kondisi yang biasanya dialami oleh para mama senior.

    Kondisi fleksibitas memang masih terbatas walaupun sudah lebih bisa dikelola. Karena senior, penanganan pada adik biasanya juga jadi lebih santai.

    Tapi memang kondisinya belum bisa sepenuhnya masuk musim berkarya. Sudah bisa berkarya, tapi tidak boleh terlalu ngegas dan lepas karena masih ada kebutuhan pendampingan yang intens walaupun frekuensinya lebih longgar.

    Semangat kak!

    🔥🙏

    in reply to: Cheklist #5760
    Aar
    Keymaster

    Kak @kristina-purba,

    Dalam podcast dan proses latihan selama 2 minggu ini, ada beberapa poin penting:

    1. Checklist dibuat setiap hari (malam hari menjelang tidur atau pagi hari saat bangun tidur)

    2. Kegiatan dibagi DS (Diri Sendiri Rutin), DS (Diri Sendiri, sesekali), OR (Untuk orang lain, Rutin), dan OS (untuk orang lain, sesekali). Variasinya bisa beragam sesuai kondisi yang sedang kita alami.

    Isinya setiap hari ada yang sama (Rutin), dan pasti ada yang beda (Sesekali).

    Semua isi checklist bisa berdinamika sesuai kondisi. Jamnya bisa tetap, bisa berganti. Isinya bisa tetap atau berubah.

    Jadi, pastikan checklist ini menjadi alat bantu, bukan menjadi tujuan. Tujuan kita adalah mengelola keseharian supaya lancar.


    Semoga membantu.

    🙏

    in reply to: Digital sunset #5764
    Aar
    Keymaster

    Kak @aristy-erdalitama

    Terima kasih pertanyaannya. Saya belum mendalami riset tentang kegiatan menjelang tidur dalam konteks anak.

    Jika kakak memiliki concern, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah memberikan jeda.

    1. Kegiatan membaca buku secara sadar saat malam

    2. Menjalin koneksi/mengobrol, berdoa, dan memberikan waktu hening

    Jadi, penutupnya adalah doa dan ketenangan yang dilakukan bersama Bunda.

    Demikian kak, semoga membantu 🙏

    in reply to: Podcast mengenali pola kegagalan #5765
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @rahmi,

    Saya baru saja cek, podcast keduanya berbeda, kak.

    Kalau diunduh, nama filenya juga berbeda.

    • MD12-Mengelola-Kestabilan-Emosi.mp3
    • MD16-Mengenali-Pola-Kegagalan.mp3

    Silakan dicoba cek lagi ya kak..

    🙏

    in reply to: Pause point #5769
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @elsa-murdiana,

    Bagus refleksinya kak.

    Sepakat untuk lanjut saja…

    Yang penting isi kepala sudah di-unload dan bikin tenang. Pembagian pagi siang itu hanya untuk memudahkan dan tidak terlalu penting buat kakak.

    Semangat!

    👍🔥

    in reply to: Pause point #5772
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @elsa-murdiana,

    Semua kondisi yang terjadi adalah DATA untuk kita refleksikan.

    Jika banyak hal yang direncanakan pagi tapi tidak terlaksana sesuai waktu yang ditetapkan, berarti perlu direfleksikan penyebabnya:

    • Apakah ini hanya sesekali atau kejadian berulang?
    • Apakah ada faktor eksternal yang membuat rencana tak berjalan sesuai harapan?
    • Apakah ada kekurangtepatan memperkirakan kondisi sehingga “hampir selalu” meleset?

    Selanjutnya, cek apakah itu mempengaruhi efektivitas dan hati Anda.

    • Jika hari Anda ok dan tak ada masalah karena bergeser waktu, maka cara kerja saat ini tetap bisa dipertahankan.
    • Jika Anda merasa ada yang mengganjal di hati, Anda perlu memodifikasi kegiatan dengan membuat pengaturan yang lebih sesuai dengan kondisi (misalnya menggeser beberapa kegiatan ke siang).

    Demikian kak, semoga membantu.

    🙏

    in reply to: Strategi Musim Kehidupan #5773
    Aar
    Keymaster

    Kak @venny-nusantari,

    Sudah bagus, kak.

    Dalam kondisi Anda, musim yang utama adalah Survival dan pada saat bersamaan Anda berusaha mengisi waktu dengan produktif untuk berkarya.

    Masing-masing punya konsekuensi.

    Yang penting Anda menerima secara lapang hati bahwa saat ini Anda dalam musim survival sehingga perlu lebih melenturkan diri dan tidak memaksa diri untuk berkarya. Proses yang Anda lakukan adalah secara bertahap membangun sistem agar keseharian menjadi lebih terkelola.

    Ketika ada waktu kosong, Anda berusaha memanfaatkan untuk belajar dan berkarya. Di sini kuncinya adalah berusaha membangun fokus yang intens pada “waktu singkat” yang tersedia sambil mengelola ekpektasi agar tidak kecewa karena kondisinya memang belum memungkinkan untuk berkarya sepenuhnya

    Demikian kak, semoga membantu.

    🙏

    in reply to: Strategi musim kehidupan #5774
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @wida-indira,

    Apakah kakak sudah mendengarkan podcast tentang “Strategi berbasis Musim Kehidupan”. Di dalam podcast itu kami membahaskan strategi yang bisa dilakukan oleh orangtua yang sudah memasuki musim Terkelola dan Berkarya.

    Poin pentingnya adalah:

    • Pastikan Anda membangun sistem sehingga kegiatan yang menjadi tanggung jawab Anda menjadi lebih terprediksi dalam aspek pengelolaan dan waktu.
    • Ketika waktu lebih terprediksi, itu berarti Anda mulai memiliki kendali lebih banyak untuk memilih kegiatan Anda sendiri (bertumbuh dan berkarya). Proses penting Anda adalah menentukan area apa yang menjadi prioritas pribadi Anda untuk dikuasai dan dikembangkan?
    • Setelah menentukan area yang ingin dikembangkan, strategi untuk mengelola waktu adalah dengan melakukan Deep Work (pada waktu yang sepenuhnya dalam kendali Anda). Anda perlu melatih kemampuan fokus dan intens di waktu-waktu tersebut untuk belajar dan berkarya.
    • Setelah itu Anda perlu mengelola hasil belajar dan karya Anda agar menjadi sistem yang lebih terkelola. Jika Anda berkarya & berbisnis, proses yang penting adalah membangun tim dan sistem sehingga secara sistem bisa berjalan sendiri dengan keterlibatan minimum dari Anda.
    • Jika sistem/bisnis terkait urusan personal Anda sudah in place, Anda masuk ke fase pengembangan. Di fase pengembangan ini prosesnya adalah pendalaman di area yang sama (menjadi semakin ahli) atau melintasi area berbeda (kreativitas). Jika pendalaman, strategi utamanya adalah Deep Work. Jika kreativitas, strateginya adalah: meditasi dan travelling (mental & fisik) menjelajahi “dunia” baru untuk mendapatkan pencerahan.

    Demikian kak, semoga membantu.

    🙏

    in reply to: Musim kehidupan #5776
    Aar
    Keymaster

    Betul sekali kak @umi-salihah,

    Ketika anak-anak bertumbuh, proses yang perlu kita lakukan adalah mendidik anak-anak menjadi mandiri dan menjadi bagian dari tim keluarga.

    Keberhasilan menyiapkan anak menjadi bagian dari tim keluarga merupakan proses membangun sistem pendukung yang membuat musim kita bisa bergeser dari musim bertahan (survival) ke musim terkela (order).

    Terima kasih catatannya, kak!

    👍🤩

    in reply to: Pengelolaan di hari libur #5777
    Aar
    Keymaster

    Betul kak @endang-sinulingga,

    Tujuan besarnya adalah menjalani hari dengan bahagia dan produktif.

    Alat bantunya checklist.

    Isi checklist tidak sama terus, bisa diubah-ubah dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jika perlu disederhanakan, lakukan penyederhanaan sesuai kebutuhan.

    Semangat kak!

    👍🔥

    in reply to: Pause point #5780
    Aar
    Keymaster

    Kak @catur-wulandari,

    Sekarang yang digunakan 1 checklist saja yang isinya dibagi menjadi kelompok:

    • morning routine di bagian: begitu bangun tidur
    • kegiatan harian di bagian: sebelum makan siang dan sesudah makan siang
    • night routine di bagian: menjelang tidur

    Semoga membantu.

    🙏

Viewing 15 posts - 256 through 270 (of 766 total)
Scroll to Top