Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Aar
KeymasterKak @Ola
Apa yang ada dalam bayangan kakak tentang kegiatan fieldrip? Kegiatan fieldtrip seperti apa yang direncanakan?
Inti dari fieldrip adalah travelling. Itu yang biasanya dinikmati anak-anak, terutama anak usia dini. Jadi, fokusnya pada pengalaman yang diperoleh anak, bukan terkait dengan materi belajarnya.
Agar bisa dinikmati anak dan orangtua, pilih yang tidak terlalu repot dan mudah dijalani. Secara tema, pilih yang dekat dengan dunia yang dikenal anak.
Proses fieldtrip bisa mengambil bentuk sesederhana jalan2 naik kendaraan umum: kereta atau bus. Sepanjang jalan diobrolkan tentang kendaraan dan proses naik kendaraannya. Di tempat tujuan nanti beli es krim atau makanan kesukaan anak.
Atau, jalan ke supermarket. Banyak hal yang bisa dilakukan di supermarket seperti mengenal nama-nama sayur dan buah, juga benda-benda lain.
Demikian kak, semoga membantu.
Aar
KeymasterSama-sama kak @Susan
Cukup banyak kok keluarga Indonesia yang anaknya lahir atau masa kecilnya di LN, kemudian saat kembali ke Indonesia anaknya HS. Dalam prosesnya ada transisi anak melancarkan bahasa Indonesianya. Dengan menjalani HS, penguasaan bahasa Indonesia bisa dijalani lebih fleksibel.
Aar
KeymasterHalo kak @Susan
Semua materi dalam pelajaran di Indonesia memakai bahasa resmi bahasa Indonesia, termasuk soal-soal ujiannya. Ini sudah ketentuan dalam aturan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
Untuk anak-anak yang besar dan bersekolah di LN, memang butuh adaptasi dan disiapkan agar bisa mengikutinya dengan baik.
Bahasa Indonesia juga akan menjadi alat penting untuk membangun dan mempermudah integrasi sosial anak jika tinggal di Indonesia.
Aar
KeymasterKak @garsinia.eriani
Beberapa parameter yang menunjukkan anak nyaman dengan dirinya sendiri:
- anak menjalani kesehariannya dengan bahagia
- anak tidak takut menyampaikan pendapat saat ditanya orangtua
- anak berani mencoba hal baru (di lingkungan yang dikenal)
Tahap pertama, dia nyaman di lingkungan yang dikenal. Ini dulu yang perlu diperkuat terus ya kak. Tahapan lanjutan perlu distimulasi secara bertahap sesuai kecepatan anak.
Tahap lanjutan, dia mulai berani mencoba lingkungan dekat (sekitarnya) hingga lingkungan jauh (tempat/orang baru)
Aar
KeymasterHalo kak @garsinia.eriani
Jawaban anak bahwa dia lebih suka belajar bersama mama itu bukan tanda dia tidak percaya diri. Itu berarti preferensi (pilihan yang lebih disukai).
Kepercayaan diri seperti apa yang perlu kita bangun bersama anak, antara lain:
- dia nyaman menjadi dirinya karena tidak dilabeli negatif dan diterima sepenuh cinta oleh Ibu Bapaknya
- dia menjalani kesehariannya dengan nyaman (tidak takut/khawatir)
- dia semakin bertumbuh kemandiriannya (tidak selalu tergantung pada bantuan orang lain)
- anak semakin berani mencoba hal-hal baru
- dia tidak takut berbeda dengan anak lain
Kepercayaan diri tidak harus selalu terkait dengan mencoba hal baru atau berkenalan dengan orang baru yang tak dikenal. Jangan terlalu jauh ke sana penilaiannya.
Sebelum sampai pada keberanian menghadapi situasi baru dan tidak dikenal, anak-anak perlu diberikan rasa nyaman dengan dirinya sendiri. Apalagi untuk anak-anak introvert yang memang secara karakter membutuhkan waktu lebih lama saat beradaptasi dengan situasi baru.
Demikian kak, semoga membantu.
Aar
KeymasterHalo kak @rara.fatima
Dalam konteks interaksi sosial, dikenal ada anak introvert dan ekstrovert, Karakter ini ada pada orangtua, diterima dengan wajar, dan juga dimiliki anak-anak.
Anak introvert merasa nyaman dengan kelompok kecil, butuh waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan orang lain. Saat berinteraksi dengan orang lain pun dia tidak suka keramaian.
Apakah orangtua (ayah/ibu) ada yang memiliki karakter seperti ini? Biasanya karakter seperti ini juga diturunkan pada anak.
Walaupun anak introvert, bukan berarti anak dibiarkan dan tidak diasah keterampilan sosialnya. Tetap berikan stimulasi untuk mengasah keterampilan sosial anak.
Yang dibutuhkan adalah sensitivitas orangtua dan toleransi yang lebih besar pada anak:
- bangun rasa nyaman dan kepercayaan diri anak. Jika anak percaya diri, dia akan mulai meraih ke luar dirinya dimulai dari lingkungan yang dia merasa aman. Proses ini yang utama dibangun di keluarga bersama anak (tidak harus melibatkan anak di luar).
- jangan paksa. Itu justru kontra produktif dan bisa membuat anak trauma dan menarik diri
- berikan anak ruang dan waktu yang cukup untuk beradaptasi. Orangtua menjadi pendukung anak untuk menjadi dirinya sendiri dan merasa nyaman, jangan dilabeli negatif.
- stimulasi keterampilan sosialnya secara bertahap: bisa mengobrol, tanya-jawab, bercerita, dan diasah keberaniannya memasuki ruang2 baru
Demikian kak, semoga membantu.
Aar
KeymasterHalo kak @rara.fatima
Iya kak, Jerman tidak memperbolehkan warga negaranya HS dan semuanya harus masuk sekolah gratis yang disediakan negara.1. Jerman terhadap negara yang tidak terlalu menerima Ijazah Paket. Itu kondisi saat ini.
Mereka minta ijazah sekolah (SMA) untuk persiapan kuliah – Studienkolleg. Jika Jerman memang menjadi bagian rencana anak, strategi paling memungkinkan adalah berpindah ke sekolah (SMA) setelah anak menyelesaikan Ujian Paket B (setara SMP).
2. Pendaftaran di PKBM harus dilakukan saat anak tidak sekolah. Jika dia berhenti di kelas 8 (SMP kelas 2), maka dia harus segera mutasi ke PKBM. Ujian Paket C baru bisa dilakukan 3 tahun setelah anak memiliki ijazah Paket A (SD). Untuk Ujian SD ada syarat usia minimal 12 tahun.
Di jalur pendidikan nonformal (PKBM) tidak ada akselerasi.
Jika anak bisa menyelesaikan materi pelajaran dengan cepat, maka itu berarti dia punya waktu banyak untuk mengeksplorasi minat, mengasah bakat, dan mendapatkan aneka pengalaman hidup lain. Kesempatannya bukan untuk akselerasi kelulusan, tapi untuk mengeksplorasi aneka kesempatan pengembangan diri.
Demikian kak, semoga menjawab.
Aar
KeymasterWa’alaikum salam wr wb,
Kak @vica.adriani
Di keluarga kami pengamatan terhadap kualitas keterampilan anak biasanya berjalan alamiah, berbasis pengamatan dan personal judgement kami sebagai orangtua. Yang diamati adalah kualitas proses dan kualitas hasil.
Jika mau distrukturkan, kurang lebih jenjang-jenjang keterampilannya seperti ini:
Level 0: Perkenalan awal, masih coba-coba (banyak kesalahan, belum terampil)
Level 1: Mulai bisa melakukan dengan banyak bantuan, belum bisa mandiri
Level 2: Bisa melakukan dengan sedikit bantuan
Level 3: Bisa melakukan dengan mandiri, kualitas pekerjaan standar
Level 4: Anak semakin terampil, kualitas pekerjaan baik
Level 5: Anak terampil dan mandiri, kualitas pekerjaan bagus
Kurang lebih seperti itu kak. Prosesnya bertahap. Stimulasi dan pendampingan disesuaikan dengan level keterampilan anak dan kapasitas mereka.
Setiap level membutuhkan pengulangan kegiatan yang sama, pendampingan dan feedback. Durasinya beragam tergantung jenis keterampilan yang dilatih: minggu, bulan, hingga tahun.
Demikian semoga, membantu.
Aar
KeymasterHalo kak @deja
1. Bisa kak. Caranya dengan mendaftar ke sekolah internasional atau test center yang menerima pendaftaran Private Candidate. Pendaftarannya tak ada ada hubungannya dengan lembaga HS.
Cara cari sekolah yang menerima private candidate di sini: https://www.cambridgeinternational.org/why-choose-us/find-a-cambridge-school/
Salah satu Cambridge Exam Center: https://cieofuai.wordpress.com/about/
2. Aturan saat ini, pendaftaran PKBM paling lambat kelas 4 SD.
Aar
KeymasterHalo kak @deja
Prinsipnya bisa menjalani HS tanpa harus mendaftar ke PKBM. Anda bisa memakai kurikulum Cambridge dan anak nanti diorientasikan untuk mengikuti ujian Cambridge IGCSE/A Level.
Yang perlu dikenali adalah konsekuensinya.
Jika anak tidak terdaftar di PKBM pada waktunya, itu berarti anak tidak akan Ujian Paket. Jika suatu saat orangtua berubah pilihan dan baru mendaftarkan anak ke PKBM, ada risiko proses mengikuti Ujian Paket akan mundur (tertunda).
Untuk mendapatkan ijazah Paket, prosesnya berjalan sekuensial. Artinya, anak tidak bisa langsung mendapat ijazah Paket C, tetapi harus dengan urutan Paket A (SD), tiga tahun kemudian Paket B (SMP), dan tiga tahun berikutnya Paket C (SMA).
Jika anak hanya mengikuti ujian Cambridge, itu berarti anak akan kuliah di LN. Jika anak akan kuliah di Indonesia, aturan yang berlaku saat ini anak harus memiliki ijazah SMA atau ijazah Paket C.
Itu aturan yang berlaku saat ini.
Apakah mungkin ada perubahan aturan? Kami tidak bisa memastikan dan tidak bisa menjawabnya.
Demikian kak, jika konsekuensi ini disadari, pilihan itu sepenuhnya ada di tangan keluarga.
Semoga menjawab pertanyaan kakak.
Aar
KeymasterHalo kak @rara.fatima
Jika kakak ikut Coaching, setiap tema-tema itu akan dibahas di dalam grup WA Coaching. Satu persatu akan dibahas. Setiap kelas akan dibahas ulang di grup WA.
Jika ada pembahasan yang dirasa kurang mendalam, kakak bisa bertanya lebih lanjut di grup WA pada waktu pembahasan.
Jika pembahasan di grup WA kurang, kakak bisa bertanya pada saat webinar tematik atau webinar khusus coaching. Jika masih kurang juga, kakak bisa bertanya di forum web untuk setiap bahasan (ebook/podcast).
Silakan dipilih sesuai kondisi yang paling nyaman untuk kakak.
Aar
KeymasterKak @feni.widya
Kunci dari pengaturan jadwal adalah anak memiliki pola yang relatif sama/terjaga. Jika dia merasa cocok belajar malam, tidak apa-apa. Yang penting terjaga polanya dalam sebuah periode tertentu (misalnya 1 bulan) dia belajar malam.
Yang sering bermasalah adalah jika anak terlalu fleksibel, tidak memiliki pola dan jadi suka-suka berdasarkan mood. Kelihatannya fleksibel, tapi itu bisa menjadi proses yang kurang produktif bagi anak.
Semoga memperjelas.
Aar
KeymasterKak @Tri , biasanya PKBM menyelenggarakan ujian Paket C.
Jika PKBM memfasilitasi Ujian Paket A, biasanya mereka juga menyelenggarakan Ujian Paket B & C.
Dalam proses belajar di PKBM, nanti juga bisa terjadi mutasi atau pindah ke PKBM lain jika diperlukan.
Aar
KeymasterKak @Catur
Terima kasih sharingnya. Selamat untuk proses refleksi yang dilakukan yaa..
Refleksi harian biasanya bersifat lebih teknis karena perspektif waktunya pendek. Refleksi harian biasanya isinya:
- bagaimana pelaksanaan rencana hari ini?
- apa yang berhasil?
- apa yang tidak berhasil? Mengapa tidak berhasil?
- bagaimana rencana besok (supaya kegagalan tidak berulang)?
Termasuk kegiatan dalam refleksi harian biasanya mengobrol, mendengarkan cerita atau curhat supaya suasananya santai dan enak (tidak tegang membahas keberhasilan/kegagalan saja).
Nah, refleksi bulanan biasanya melhat gambar lebih besar karena durasinya panjang (30 hari).
Tidak setiap hari bernilai sama, ada hari-hari yang biasa saja, ada kegiatan yang berlangsung lebih dari satu hari, dst.
Sebenarnya tidak ada standar apa yang harus direfleksikan.
Di keluarga kami menggunakan 3 pertanyaan dasar:
- apa peristiwa yang istimewa bulan ini?
- apa yang bertumbuh selama bulan ini?
- apa yang akan kita lakukan bulan depan?
Jika kakak mau membuat struktur dan pertanyaan refleksi yang lain, tentu saja sangat terbuka dan diperbolehkan, bahkan sangat bagus.
Semoga menjawab pertanyaan ya kak..
Aar
KeymasterSama-sama kak @andito.putro .. banyak stimulasi yang bisa dirancang orangtua untuk memaparkan anak dengan kegiatan produktif terkait game.
Apakah kakak punya pengalaman personal tentang hal ini?
-
AuthorPosts