Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Aar
KeymasterHalo kak Annisa,
Mohon maaf saya belum mengerti maksudnya “game ada pembatas waktu” itu apa ya? Apakah bisa diperjelas konteks/maksud pertanyaannya?
Aar
KeymasterKak @donna-muliadi
1. Kebiasaan baik
Betul kak, proses yang sedang kita jalani dalam program ini bisa diterapkan untuk proses pengembangan diri ke depan.
Kenali kebiasaan yang mau dibangun (1-3), kenali alasannya, tetapkan kondisi ideal dan minimal, kemudian coba jalani selama 1 minggu.
Setiap hari prosesnya direfleksikan dan dikenali apa yang membuatnya berhasil dan gagal, serta apa yang perlu dilakukan.
Proses revisi mingguan adalah panduan umum. Jika dirasa proses revisi sudah perlu dilakukan, revisi bisa langsung dilakukan tanpa harus menunggu akhir minggu.
2. Decoupling
Betul, proses decoupling bisa diterapkan juga saat mengurangi kebiasaan buruk. Yang penting adalah: bisa diukur dan dilakukan tracking.
Jangan kejar kualitas dulu, tapi fokus mengurangi kebiasaan buruk (walaupun sedikit). Setiap kemampuan mengurangi kebiasaan buruk adalah keberhasilan kecil walaupun belum sempurna.
Terus jalan walaupun tidak sempurna, lama2 otot kemauan kita akan semakin kuat, kualitas kita akan semakin membaik.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @annisa-sidqia-nahdah
1. Kualitas Minat
Ketika kita mulai mengasah hal yang diminati anak, berbagai kemungkinan sangat bisa terjadi.
Pertama, anak berprestasi dan terus meningkat level prestasinya. Tidak selalu menjadi juara pertama, tapi terlihat ada kemajuan. Anak juga masih terus bisa ditingkatkan kualitasnya. Ini adalah tanda2 bakat atau potensi kekuatan yang bisa terus ditingkatkan.
Kedua, anak berprestasi tetapi hanya pada level tertentu. Anak mentok dan sulit berkembang di level yang lebih tinggi. Pertanyaannya:
~ apakah anak masih semangat belajar dan masih bisa belajar? Jika anak masih semangat belajar dan mengasah diri, berarti ada peluang untuk terus berkembang.
~ apakah prestasi anak sudah betul2 stuck di sebuah level tertentu? Jika iya, tinggal dipertimbangkan: apakah anak ini satu-satunya kekuatan anak? Jika iya, berarti perlu diterima bahwa anak adalah pemain di level tersebut. Jika ternyata ada kekuatan lain, tentu saja itu layak untuk dijajagi.
Ada anak yang puas dan mampu menjadi pemain di level kota, ada yang puas di level provinsi, ada yang puas di level nasional, ada yang puas di level regional, ada yang baru puas jika menjadi pemain di level dunia.
Ketiga, anak berminat tapi tidak berprestasi. Dia memilih menjadikan kegiatan yang disukainya itu sebagai hobi dan kesenangan. Dan itu tidak apa2. Banyak orang dewasa yang senang masak, tapi tidak menjadikannya sebagai profesi. banyak yang senang menyanyi dan bagus menyanyi, tapi memilih tidak menjadi penyanyi profesional. banyak pertimbangan jika mau dibawa ke level profesi.
2. Pengaruh lingkungan
Tentu saja lingkungan berpengaruh dalam proses pengembangan minat & bakat anak. Ada lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan komunitas, dan lain-lain. Sebuah proses yang sudah terjadi hanya bisa diperbaiki, tidak bisa dikembalikan ke masa yang sudah lewat.
Bagaimana memperbaikinya? Sediakan ruang yang kondusif untuk kegiatan tersebut.
Jika Anda ingin anak aktif dan kreatif, berikan kepercayaan dan waktu luang anak untuk memilih kegiatannya. Jika Anda ingin anak kembali berani ngomong, berikan ruang bagi anak untuk melakukan kegiatan organisasi: pramuka, kepanitiaan, komunitas, dll sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengembanhkan dirinya.
3. Cara cepat
Cara paling efektif adalah mengamati dan menemani anak berproses. Jika anak sudah remaja, kunci pentingnya adalah mengobrol dengan anak. Peran orangtua semakin kecil dan anak perlu dlibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait dirinya. Semakin besar usia anak, porsi posisi pengambilan keputusan anak semakin besar dan orangtua perlu merelakan diri bahwa perannya semakin terbatas.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏Aar
KeymasterKak @katrin-tara
Tentu saja boleh kakak menggabung berbagai metode, sumber, dan alat untuk kegiatan anak-anak.
Fokusnya adalah memilih hal2 terbaik yang sesuai dengan tujuan yang ingin diraih dan sesuai anak.
Tak perlu terlalu mengkhawatirkan sebutan unschooling, montessori, dll.
Anak adalah subjek pendidikan. Kita cari alat yang terbaik dan paling cocok untuknya.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterKak @katrin-tara,
Pendaftaran di PKBM dilakukan sejak usia 7 tahun, saat mulai masuk HS Usia Sekolah.
Dulu pendaftaran bisa dilakukan setahun sebelum ujian Paket. Aturan sekarang tak bisa dilakukan. Data peserta ujian diambil dari data siswa PKBM yang ada di Dapodik.
Demikian kak, semoga menjawab. 🙏
Aar
KeymasterKak @nella-urip
Terima kasih sharingnya.
Sangat dimengerti semua concern yang kakak miliki terkait kualitas pendidikan anak-anak yang sedang berjalan saat ini.
Pindah dari Sekolah ke PKBM
Secara legal, proses peralihan dari sekolah ke HS dimungkinkan saat kelas 4 SD. Proses yang dilakukan adalah mutasi dari Sekolah ke PKBM (nanti setelah terima rapor).
Nah, yang bisa kakak lakukan adalah melakukan survey PKBM yang bisa memfasilitasi proses HS. Lokasi PKBM tak harus di tempat yang sama. Saat ini sudah mulai banyak PKBM yang menyelenggarakan kegiatan full online (jadi tidak perlu hadir ke PKBM).
Salah satunya adalah PKBM Piwulang Becik… Itu hanya salah satu contohnya. Tentu saja ada PKBM lain yang juga bisa online dan bisa kakak survey.
HS setelah SD
Jika proses HS dilakukan setelah SD, maka tidak perlu ada syarat mutasi. Setelah menerima ijazah SD, tinggal mendaftar ke PKBM untuk kegiatan belajar saat SMP.
Demikian kak, semoga menjawab.
Jika ada informasi tambahan atau pertanyaan lanjutan, silakan disampaikan.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @katrin-tara
Terima kasih sharingnya.
Salah satu kelebihan HS dibandingkan sekolah adalah: fleksibilitas.
Dalam HS prosesnya bisa lebih longgar dibandingkan di sekolah.
Misalnya: anak belum bisa membaca di usia 8 tahun. Jika bersekolah, itu akan jadi masalah karena banyak materi belajar yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca.
Dalam proses HS itu tidak apa2. Yang penting anak terus distimulasi sesuai kapasitas dan kecepatannya.
Yang menjadi kekuatannya terus diasah, yang menjadi kelemahannya disesuaikan dengan kondisi anak.
Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika menjalani HS.
Yang penting kakak sekarang fokus menstimulasi anak agar bisa berkembang optimal. Supaya optimal, kelola emosi dan harapan kakak agar suasana saat berkegiatan nyaman untuk anak. Jangan takut, jangan khawatir, hadirkan ketenangan dalam diri orangtua saat mendampingi anak.
Sesuaikan stimulasi dengan kapasitas dan kemampuan anak.
Nanti di usia 7 tahun dilihat perkembangan kondisinya.
Jika mau sekolah, berarti didaftarkan ke SD.
Jika mau HS, berarti didaftarkan ke PKBM.
Demikian kak, semoga membantu.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @annisa-sidqia-nahdah
Begitulah kehidupan kita berjalan. Kehidupan tak berjalan mengikuti keinginan kita, tetapi dengan prosesnya sendiri.
Penting untuk membangun kebiasaan2 baik terkait kesehatan, energi, dan kebahagiaan kita yang bisa kita lakukan dalam kondisi normal maupun susah. Misalnya, kebiasaan menenangkan diri 5 menit sebelum tidur, bangun tidur dengan senyum syukur, dll.
Jika kondisi sakit memang tidak memungkinkan melakukan aksi kebiasaan baik, tidak apa2 juga, kak. Kita juga perlu berdamai dan lentur dengan kondisi2 seperti ini.
Ambillah istirahat yang cukup untuk proses penyehatan dan pemulihan.
Semoga cepat sehat dan pulih kembali, kak.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @siti-mardiyah,
Jika dalam kondisi sakit (diri sendiri atau anak) yang tidak memungkinkan aksi kebiasaan baik, maka lupakan dulu kebiasaan baiknya. Itu kondisi survival, force majeur yang perlu ditangani dan diprioritas.
Jika memungkinkan, tentukan kebiasaan baik lain yang tetap bisa dilakukan/dibangun walaupun anak sakit. Kebiasaan baik itu bisa sesederhana: minum air putih 3 botol sehari, mengobrol bersama di tempat tidur, dll.
Demikian kak, semoga membantu.🙏
Aar
KeymasterAlhamdulillah kak @juli-pujiati,
Selamat untuk proses refleksinya yang berhasil menemukan penyebab masalah. Ini adalah ilmu/hikmah yang didapat dari pengalaman sendiri.
Semoga bisa jadi modal baru untuk terus bertumbuh ya kak..
🙏🤩
Aar
KeymasterKak @rara-fatima
Penyesuaian aksi ini sebenarnya tergantung pada kondisi dan penilaian lapangan kakak.
Substansi prosesnya adalah:
kita menetapkan aksi ideal yang kita inginkan (dan bisa kita raih)
untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan, kita perlu menetapkan batas minimal agar tetap merasa berhasil
Nah, kondisi ini disesuaikan di lapangan.
Jika kakak merasa bangun pagi itu menjadi kondisi ideal, berarti yang perlu dilakukan kakak adalah memberikan penjelasan kepada Rashaan mengapa Bunda butuh melakukan ini. Lakukan negosiasi dengannya untuk menunjukkan bahwa bangun pagi tanpa menangis itu adalah tanda anak sudah besar. Bunda juga tidak pergi ke mana-mana. Jika dibutuhkan, berikan alat bantu utk menjadi comfort dia saat bangun pagi (misalnya memanggil Bunda dengan lonceng dan Bunda akan segera datang).
Jika ternyata kondisi Rashaan belum bisa diajak negosiasi dan melakukan perubahan ini, berarti kakak perlu berdamai dan mencari kebiasaan lain yang lebih bisa dilakukan.
Skenario dibuat melalui kondisi normal (durasi/frekuensi biasa) dan kondisi minimum (jika sedang tidak normal). Aksi yang dipilih sebaiknya bisa dilakukan dalam kondisi normal maupun minimum.
Jika sakit, itu kondisi luar biasa di luar jangkauan, force majeur. Fokus pada pemulihan kesehatan. Jika memungkinkan lakukan aksi minimum. Jika tak memungkinkan, lupakan semua aksi. Yang penting sehat dulu.
🙏
Aar
KeymasterHalo kak @Juli-pujiati
Program Teman Bertumbuh dan Habit Formation pada dasarnya adalah program yang serupa.
Yang membedakan, Teman Bertumbuh hanya menemani seminggu sekali. Orangtua belajar berlatih mandiri.
Sementara itu, Habit Formation ditemani berproses setiap hari.
Kunci penting dalam menyelesaikan masalah adalah mengamati lebih detil:
- apa perbedaan 2 aksi yang kakak lakukan? apakah ada perbedaan jenis kegiatan? apakah ada perbedaan beban?
- apa perbedaan proses diantara kedua aksi tersebut?
- apakah ada ekspektasi berbeda?
- apakah ada suasana hati yang berbeda? apakah kakak lebih semangat karena diingatkan setiap hari dibandingkan seminggu sekali?
Dengan mengenali perbedaan, kakak nanti bisa mengenali penyebab masalah dan bisa menjajagi solusi yang paling memungkinkan untuk kondisi kakak.
🙏
Aar
KeymasterKak @rahmawati-kartikasari
Tutorial mencari PKBM bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=CDhKfoZTFlg
PKBM tidak harus ada di kota kita, bisa juga di kota lain.
Istilah flexyschool masih belum cukup dikenal di Indonesia. Flexyschool badan hukumnya PKBM. PKBM beroperasi dengan model belajar seperti sekolah. Nah, secara sepintas ada overlap di sana dan menjadi sulit dibedakan. PKBM pada dasarnya adalah flexyschool.
Untuk praktisi HS, yang penting dikenali adalah:
- banyak lembaga PKBM dilabeli HS (ini yang membuat salah kaprah tentang HS karena bagi masyarakat awam, HS itu berarti mendaftar di lembaga berlabel HS, Secara mindset dan sikap orangtua tidak berubah, hanya menitipkan anak di lembaga tertentu)
- cari PKBM yang proses belajarnya fleksibel (tidak mewajibkan hadir fisik, memberikan banyak kebebasan pada keluarga untuk mengelola proses belajar anak, menerima hasil/proses belajar anak bersama keluarga).
Demikian kak, semoga membantu.. 🙏
Aar
KeymasterKak @yuniati-salam
Jika sebuah kegiatan tidak yakin berhasil, jangan ditulis. Kakak perlu memilih kebiasaan/aksi yang kemungkinan keberhasilannya 90%.
Itupun kita masih ada cadangan, perlu menetapkan kondisi minimal agar terus terjaga keberhasilannya.
Misalnya:
- ideal: beres2 kamar setelah Subuh. Minimal: beres2 setelah mandi pagi
- ideal: bangun jam 4 pagi. Minimal: bangun pas adzan Subuh (PR kakak selanjutnya adalah bagaimana menjaga malam supaya tidurnya cepat dan berkualitas)
Jika boleh menyarankan, pilihan kegiatannya sebaiknya yang wajib/penting. Jika dilakukan, itu akan membuat happy dan keseharian menjadi lebih baik. Jika tak dilakukan, kita mengalami masalah. Jadi, bukan kegiatan yang kalau tidak kita lakukan juga nggak ada efeknya untuk hidup kita.
Semoga membantu 🙏
Aar
KeymasterKak @gita-suraya,
Proses penting yang perlu dilakukan saat membangun kebiasaan baik adalah start small.
Jangan langsung memulai banyak hal.
Mulai dulu saja 3.. pastikan dia bisa dilakukan. Di lapangan, kakak boleh tambahkan lebih dari 3 jika kondisi memungkinkan. Tapi yang kakak jaga agar terlaksana adalah 3.
Setelah berjalan konsisten seminggu, nanti kakak boleh tambahkan 1 lagi kebiasaan yang lain.
Demikian kak, fokus menyederhanakan pada sedikit kebiasaan yang berhasil itu menantang karena kita merasa banyak hal penting yang perlu kita bangun menjadi kebiasaan.
Semoga membantu.
🙏
-
AuthorPosts